Presiden kembali desak reformasi organ PBB

NUSA DUA, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mendesak dilakukannya reformasi sejumlah organ PBB untuk memastikan azas transparansi dan demokrasi berjalan dengan baik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  04:25 WIB

NUSA DUA, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mendesak dilakukannya reformasi sejumlah organ PBB untuk memastikan azas transparansi dan demokrasi berjalan dengan baik.

Lembaga seperti IMF, Bank Dunia dan Dewan Keamanan disorot khusus oleh Yudhoyono untuk direformasi agar tercipta tatanan dunia yang lebih adil dan terwakili dalam setiap pengambilan keputusan, terkait dengan nasib dan kebijakan yang akan diterapkan di dunia internasional. Hal itu disampaikan Presiden di hadapan peserta dari berbagai negara saat membuka Forum Demokrasi Bali ke-3 di Nusa Dua, Bali, hari ini.

"Pengambilan keputusan dalam lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia harus mencerminkan azas transparansi dan demokrasi. Representasi suara dari negara berkembang juga harus terus ditingkatkan di lembaga-lembaga keuangan internasional ini," katanya.Pada tataran global, Presiden sangat berharap adanya reformasi Dewan Keamanan PBB yang lebih demokratis, transparan, dan representatif.Dia mengatakan Forum G20 juga turut mendorong dilakukannya reformasi lembaga seperti IMF dan Bank Dunia guna memastikan pertumbuhan ekonomi global yang kuat, seimbang dan berkelanjutan.Menurut Presiden, sistem yang demokratis dan transparan sangat diperlukan di tingkat regional dan global.Dalam hal ini, lanjutnya, hanya dengan menerapkan azas yang berkeadilan, persamaan dan transparansi maka perdamaian serta stabilitas baik di tingkat kawasan dan global dapat diwujudkan.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top