Chartis Insurance bidik asuransi perjalanan

JAKARTA: PT Chartis Insurance Indonesia membidik pertumbuhan pendapatan premi bisnis Travel Guard (asuransi perjalanan) pada 2011 lebih dari 25%, dari posisi setelah tutup buku per 30 November lalu sebesar US$4 juta.Head of Travel Insurance Bisnis Unit
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2010  |  10:12 WIB

JAKARTA: PT Chartis Insurance Indonesia membidik pertumbuhan pendapatan premi bisnis Travel Guard (asuransi perjalanan) pada 2011 lebih dari 25%, dari posisi setelah tutup buku per 30 November lalu sebesar US$4 juta.Head of Travel Insurance Bisnis Unit Chartis Ari Yunior mengatakan perolehan pendapatan premi pada 2010 itu tercatat mengalami kenaikan sekitar 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$3,29 juta.Menurut dia, premi bisnis asuransi perjalanan Chartis masih tercatat didominasi dari kerja sama dengan biro perjalanan wisata mencapai lebih dari 50%, disusul penjualan oleh agen sekitar 25%, serta dari kerja sama dengan maskapai penerbangan sekitar 15%, sedangkan sisanya melalui jalur lain."Kami memproyeksikan bisnis asuransi perjalanan Chartis pada tahun depan dapat tumbuh lebih dari 25%, melalui rencana ekspansi kerja sama, baik dengan biro perjalanan maupun maskapai penerbangan. Potensi bisnis ini masih sangat besar untuk dikembangkan," ujarnya, kemarin.Ari menuturkan pada 2011 pihaknya cenderung membidik peningkatan pendapatan premi dari bisnis perjalanan udara, dengan pasar yang dinilai masih terbuka lebar, serta mengingat kontribusinya yang masih rendah.Dia manambahkan pasar yang terbuka lebar itu antara lain terlihat dari aktivitas perjalanan udara yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik perjalanan domestik maupun internasional.Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah penumpang pesawat di Bandara Udara Soekarno-Hatta (Cengkareng) saja mencapai 20 juta orang/tahun, sedangkan yang sudah memiliki polis asuransi perjalanan udara diperkirakan baru sekitar 10%.Misalnya, 5% saja penumpang yang belum berasuransi bersedia membeli asuransi perjalanan atau sebanyak 1 juta orang, dengan harga pembelian polis (premi) sekitar US$5-US$10. Maka potensi premi sebesar US$5 juta-US$10 juta per tahun. "Itu baru di Cengkareng saja, belum di berbagai bandara internasional lain di Indonesia, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Denpasar. Jadi, potensi asuransi perjalanan udara ini memang sangat menarik," jelasnya. (04)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top