Jum'at, 19 Desember 2014

Swasembada Daging: Inilah Kawasan Pengembangan Sapi Potong Di Jateng

Pamuji Trinastiti Jum'at, 12/07/2013 16:08 WIB

Bisnis.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan lima kawasan pengembangan sapi potong untuk mendukung swasembada daging tahun depan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Witono menuturkan kawasan pengembangan itu tersebar di 15 Kabupaten yang nantinya berkoordinasi secara regional sesuai wilayah.

"Kawasan itu dibagi berdasarkan wilayah daerah Jawa Tengah dari lintas tenggara, tengah, barat daya, barat laut dan timur laut," katanya di Ungaran, Jumat (12/7/2013).

Kawasan Jateng Lintas Tenggara (Jaligra) terdiri dari Kabupaten Boyolali, Klaten, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri dan Karanganyar dengan pengembangan integrasi antara ternak dan tanaman pangan.

Dua kawasan lain dengan pengembangan yang sama juga diterapkan di kawasan Jalibalut (Jateng Lintas Barat Laut) meliputi Brebes dan Tegal, juga Jalitilut (Jateng Lintas Timur Laut) terdiri dari Kabupaten Jepara, Rembang, Grobogan, Pati dan Blora.

"Kawasan Jaliteng (Jateng Lintas Tengah) mencakup Kabupaten Semarang, Magelang, Temanggung dan Wonosobo serta kawasan Jalibada (Jateng Lintas Barat Daya) meliputi Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara dan Banyumas melalui pendekatan pengembangan ternak secara intensif," lanjutnya.

Jumlah ternak sapi potong di Jateng diketahui sebanyak 2,027 juta ekor yang telah mampu menyuplai 14% kebutuhan daging nasional sehingga kedepan diharapkan bisa berproduksi lebih banyak dan menyuplai kebutuhan daging nasional lebih besar.

Selain pengembangan sapi potong dalam kawasan, Pemprov Jateng juga mendorong produksi susu sapi agar mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Data Dinas Perindustrian Perdagangan Jateng menunjukkan pengembangan sapi Jateng 2012 berhasil mencatat produksi susu sebesar 105.516.134 kilogram dibawah perkiraan kebutuhan sebanyak 239.544.000 kilogram.

Kepala Bidang Industri Agro, Kimia dan Hasil Hutan Disperindag Jateng, Ratna Kawuri mengatakan peningkatan produksi susu terus dilakukan beberapa dinas terkait, baik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Koperasi UMKM maupun Disperindag.

"Salah satu upaya sudah dilakukan Pemprov melalui pendampingan klaster pengolahan susu sapi di beberapa Kabupaten, menambah indukan sapi perah, perbaikan manajemen budidaya, perbaikan kualitas serta investasi industri pengolahan," ujarnya.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...