Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dekati 2 Negara Untuk Investasi, Jokowi Sebut RI Bisa Kuasai 85% Pasar Kendaraan Listrik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan bakal melakukan kerja sama dengan dua negara besar untuk bisa menguasai 85% pasar kendaraan listrik dunia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan di Indonesia yang digelar di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024)/BPMI Setpres-Rusman
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan di Indonesia yang digelar di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024)/BPMI Setpres-Rusman

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan bakal melakukan kerja sama dengan dua negara besar untuk bisa menguasai 85% pasar kendaraan listrik dunia.

Menurutnya, tidak hanya Uni Emirat Arab (UEA) untuk menitikberatkan kepada kerja sama mengenai hilirisasi industri dimulai dari hulu sampai hilir, tetapi pemerintah tengah melakukan pendekatan dengan dua negara lain.

Pembahasan difokuskan, kata Jokowi mulai dari pertambangan, nikel, kemudian di aspal, prekursor, baterai electric vehicle/EV, hingga kendaraan listrik.

“Dan itu kerja sama UEA—Indonesia dan nanti ada dua negara lagi yang baru kami dekati. Saya kira kalau ini berhasil kami harapkan bisa menguasai pasar 80—85% pasar dunia. itu yang kita harapkan,” ujarnya usai meresmikan turnamen sepak bola Piala Presiden Tahun 2024 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (19/7/2024).

Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku bahwa terdapat dua fokus yang menjadi komitmen dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera direalisasikan di Indonesia.

Kepala Negara itu memerinci bahwa kedua topik tersebut adalah penyediaan pengembangan Pusat Keuangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan hilirisasi industri.

“Pertama mengenai pembangunan financial center yang di sana [akan] ada sistemnya kita ingin biro, rekrutnya seperti apa, membawa uang untuk bisa masuk ke financial center yang ada di Dubai seperti apa,” ujarnya

Dia menekankan bahwa kerja sama antara Dubai International Financial Centre (DIFC) dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjadi modal penting guna meningkatkan kerja sama keuangan Negara di mata internasional.

“Itu yang ingin kami kerja samakan dan kami sudah tandatangan MoU kerja sama antara OIKN antara DIFC. Artinya financial center yang ada di IKN ini nanti akan kita harapkan segera terbentuk dan segera bisa berjalan,” tandas Jokowi.

Sekadar informasi, Dubai International Financial Centre (DIFC), pusat keuangan global terkemuka di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA), telah menjalin kemitraan strategis dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Dubai pada Selasa (16/7/2024).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper