Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PDIP Minta Masukan Aktivis-Mahasiswa untuk Tentukan Posisi di Pemerintahan Prabowo

PDIP meminta masukan dari aktivitas hingga mahasiswa untuk menentukan sikap partai dalam pemerintahan Prabowo Subianto.
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam forum rapat kerja nasional (rakernas) ke-IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (29/9/2023). / Dok Youtube PDIP
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam forum rapat kerja nasional (rakernas) ke-IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (29/9/2023). / Dok Youtube PDIP

Bisnis.com, JAKARTA — PDI Perjuangan (PDIP) meminta masukan dari aktivis hingga mahasiswa soal sikap partai, apakah menjadi oposisi atau malah bergabung ke dalam pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pendapat para aktivis hingga mahasiswa itu akan dibawa ke dalam forum rapat kerja nasional (rakernas) ke-V PDIP di Ancol Beach City, Jakarta Utara pada 24—26 Mei 2024. Dalam Rakernas ke-V PDIP itu, akan diberikan rekomendasi ihwal posisi partai di pemerintahan Prabowo lima tahun ke depan.

"Kemarin hari Minggu [12/5/2024], kami melakukan FGD untuk menjaring berbagai macam suara, berbagai macam pendapat, dari para pengamat, para aktivis, para budayawan, termasuk para mahasiswa, sebagai materi yang akan kita godok untuk menentukan bagaimana sikap dan posisi PDIP," jelas Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2024).

Dia menjelaskan, nantinya akan ada dua sikap dari PDIP yang akan direkomendasikan dalam Rakernas ke-V. Pertama, sikap eksternal yaitu posisi PDIP terhadap jalannya pemerintahan ke depan.

Kedua, sikap geopolitik yaitu posisi PDIP menyikapi berbagai macam dinamika politik secara global untuk mendorong bisa terwujudnya perdamaian dunia.

"Tapi bagaimana ketegasan sikap dari PDIP, sebaiknya ditunggu saja kejutan-kejutan apa saja yang nanti akan muncul di rakernas," kata Djarot 

Lebih lanjut, dia menjelaskan Rakernas ke-V PDIP akan mengambil tema "Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang", dengan sub tema "Kekuatan Persatuan Rakyat, Jalan Kebenaran Yang Berjaya".

Djarot menjelaskan, tema itu diambil karena rakernas diadakan di tengah keprihatinan atas praktik sisi-sisi gelap kekuasaan. Dia berpendapat, kini telah terjadi manipulasi hukum, penggunaan sumber daya negara dan alat-alat negara untuk kepentingan kelompok sempit, hingga berbagai upaya lain yang mengkerdilkan demokrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper