Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Momen Putin dan Xi Jinping Bertemu di Beijing

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan pemimpin China, Xi Jinping di Beijing, China.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping selama pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, 20 Maret 2023. Sputnik/Sergei Karpukhin/Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping selama pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, 20 Maret 2023. Sputnik/Sergei Karpukhin/Pool via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Ibu Kota China, Beijing, untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping, pada Kamis (16/5/2024). 

Kunjungan itu menjadi kunjungan luar negeri pertamanya setelah terpilih kembali dan dilantik sebagai Presiden Rusia. 

Putin melakukan kunjungan ke China yang akan dilakukan dalam dua tahap, yang dijadwalkan mengunjungi Beijing dan Harbin.

Adapun di Beijing, Putin akan mengadakan pertemuan dengan Xi Jinping. Kedua presiden diperkirakan akan mengadakan pembicaraan tatap muka secara penuh dan melibatkan delegasi, serta pembicaraan tatap muka informal. 

Putin membawa delegasi besar yang terdiri dari 5 orang wakil perdana menteri, Kepala Badan ekonomi, diplomatik dan keamanan, serta Kepala Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik Militer, Kereta Api Rusia, Rosatom dan Roscosmos. Selain itu, pejabat senior dari 20 wilayah Rusia juga turut hadir bersama presiden. 

Pembicaraan bilateral rencananya akan fokus pada perdagangan dan kerja sama ekonomi. Pada pertemuan tersebut, Putin dan Xi juga akan membahas isu-isu politik dan regional yang paling mendesak. 

Staf kebijakan luar negeri presiden, Yury Ushakov mengatakan bahwa bagian terpenting dari perundingan Beijing adalah pertemuan informal dan tertutup.

Dia menjelaskan bahwa dalam 'format 1+4' di masing-masing pihak, kedua pemimpin akan mengadakan pembicaraan penting mengenai Ukraina.

Dilansir TASS, kunjungan kenegaraan ke China selanjutnya akan berlangsung di kota Harbin, Ibu Kota dan kota terbesar di Provinsi Heilongjiang. 

Putin di sana akan menghadiri upacara pembukaan Pameran Rusia-China ke-8 dan Forum Kerjasama Antarwilayah Rusia-China ke-4, dan juga akan bertemu dengan para mahasiswa dan staf pengajar Institut Teknologi Harbin.

Sementara itu, Ushakov mengatakan bahwa China dipilih untuk Putin kunjungi, sebagai respons terhadap sikap persahabatan yang dibuat oleh Presiden China, Xi Jinping, pada tahun lalu.

Putin yang sedang melakukan perjalanan ke China dalam kunjungan kenegaraan, dan sesuai dengan protokol diplomatik, kunjungan kenegaraan merupakan kunjungan yang mempunyai status paling tinggi diantara kunjungan luar negeri lainnya. 

Pertemuan di Moskow

Pada Maret 2023 lalu, Putin dan Xi Jinping juga melangsungkan pertemuan di Moskow, Rusia. Pertemuan itu berlangsung di tengah sorotan sejumlah negara Barat yang sedang mengutuk Rusia karena menginvasi Ukraina sejak 2022 lalu.

Menariknya  Xi Jinping dan Vladimir Putin melangsungan perpisahan yang hangat setelah pertemuan selama 2 hari. 

Kedua pemimpin itu menyerukan dialog untuk menyelesaikan krisis Ukraina. Xi Jinping juga mengakui Beijing dan Moskow telah menandatangani kesepakatan yang membawa hubungan mereka ke dalam kerja sama era baru. 

Xi Jinping terlihat berdiri di depan pintu Kremlin untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Putin setelah melakukan kunjungan. 

“Saat ini ada perubahan yang belum pernah kita lihat selama 100 tahun dan kitalah yang mendorong perubahan ini bersama-sama,” kata Xi kepada Putin, seperti dilansir dari Aljazeera, pada Kamis (23/3/2023). 

Presiden Rusia Vladimir Putin pun menjawab: "Saya setuju". Xi kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Putin.

“Tolong berhati-hati, teman, selamat jalan," kata Putin yang menanggapi dengan memegang tangan Xi dengan kedua tangannya. 

Kunjungan Xi Jinping ke Moskow terjadi beberapa hari setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin atas kejahatan perang yang diduga dilakukannya di Ukraina.

Pembicaraan kedua pemimpin itu dimaksudkan untuk memperkuat kemitraan tanpa batas yang diumumkan keduanya pada Februari lalu. 

Putin mengatakan proposal China untuk mengakhiri konflik di Ukraina dapat digunakan sebagai dasar penyelesaian damai, tetapi Barat dan Kyiv belum siap.

Menurutnya, Amerika Serikat (AS) menolak rencana perdamaian China dan mengatakan gencatan senjata akan mengunci perolehan teritorial Rusia dan memberi pasukan Putin lebih banyak waktu untuk berkumpul kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Erta Darwati
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper