Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Enam Pekan Lagi, Penduduk Gaza Diprediksi Krisis Kelaparan Akibat Agresi Israel

WFP memperkirakan tingkat kelaparan Jalur Gaza dapat melampaui ambang batas yang menyebabkan krisis pangan, malnutrisi, dan kematian dalam enam pekan ke depan.
Tentara Israel berdiri di dekat kotak berlabel Perbekalan Medis di kompleks RS Al Shifa, di tengah operasi darat mereka melawan kelompok Islam Palestina Hamas, selama apa yang mereka katakan sebagai pengiriman bantuan kemanusiaan ke fasilitas di Kota Gaza, 15 November 2023 di sini gambar selebaran. Pasukan Pertahanan Israel/Handout melalui REUTERS
Tentara Israel berdiri di dekat kotak berlabel Perbekalan Medis di kompleks RS Al Shifa, di tengah operasi darat mereka melawan kelompok Islam Palestina Hamas, selama apa yang mereka katakan sebagai pengiriman bantuan kemanusiaan ke fasilitas di Kota Gaza, 15 November 2023 di sini gambar selebaran. Pasukan Pertahanan Israel/Handout melalui REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan tingkat kelaparan Jalur Gaza dapat melampaui ambang batas yang menyebabkan krisis pangan, malnutrisi, dan kematian dalam waktu enam pekan ke depan.

Direktur WFP Gian Caro Cirri mengatakan situasi krisis kelaparan di Gaza semakin buruk setiap harinya.

"Ada bukti-bukti yang masuk akal bahwa ketiga ambang batas kelaparan – krisis pangan, malnutrisi, dan kematian - akan terlewati dalam enam minggu ke depan," ungkap Cirri seperti dikutip Reuters, Kamis (25/4/2024).

Laporan yang didukung PBB yang diterbitkan pada bulan Maret mengatakan bahwa kelaparan sudah dekat dan kemungkinan akan terjadi pada bulan Mei di Gaza utara dan dapat menyebar ke seluruh daerah kantong pada bulan Juli.

Pada Selasa (23/4), seorang pejabat AS mengatakan bahwa risiko kelaparan di Gaza, terutama di bagian utara, sangat tinggi.

Cirri berbicara pada peluncuran laporan dari Global Network Against Food Crises, sebuah aliansi aktor-aktor kemanusiaan dan pembangunan termasuk badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam laporannya, jaringan ini menggambarkan prospek 2024 untuk Timur Tengah dan Afrika sangat memprihatinkan karena perang Gaza dan akses kemanusiaan yang terbatas, serta risiko konflik menyebar ke tempat lain di wilayah tersebut.

"Khusus untuk Gaza, konflik membuat sulit dan terkadang tidak mungkin untuk menjangkau orang-orang yang terkena dampak," kata Cirri.

Cirri menyerukan peningkatan bantuan ke Gaza secara besar-besaran. Namun ia khawatir kondisi saat ini akan semakin memperburuk kelaparan di sana.

PBB telah lama mengeluhkan adanya hambatan untuk menyalurkan bantuan ke seluruh Gaza dalam enam bulan sejak Israel memulai serangan udara dan darat terhadap Hamas di Gaza.

Israel membantah telah menghambat pasokan bantuan kemanusiaan dan menyalahkan lembaga-lembaga bantuan atas ketidakefisienan dalam pendistribusiannya.

Kampanye militer Israel telah membuat sebagian besar wilayah berpenduduk 2,3 juta jiwa itu menjadi gurun pasir dengan bencana kemanusiaan yang terjadi sejak 7 Oktober, ketika Hamas menyulut perang dengan menyerbu ke wilayah selatan Israel.

Cirri mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari kelaparan di Gaza adalah dengan memastikan pengiriman pasokan makanan secara langsung dan setiap hari.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper