Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologi Konflik Iran vs Israel yang Bikin Dunia Ketar-ketir

Berikut kronologi konflik atau serangan rudal antara Iran vs Israel yang membuat dunia ketar-ketir akan dampaknya.
Bendera Iran vs Bendera Israel. Dok Aljazeera
Bendera Iran vs Bendera Israel. Dok Aljazeera

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Iran menorehkan sejarah dengan melakukan serangan langsung ke Israel dengan meluncurkan ratusan drone dan rudal pada Minggu malam (14/4/2024). Konflik Iran vs Israel pun kian memanas. 

Hal itu merupakan sebagai tindakan balasan akibat serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada Senin (1/4/2024).

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (16/4/2024), Pemerintah Iran sebelum memutuskan untuk melakukan serangan langsung ke Israel telah melalui beberapa pertimbangan, seperti politik, militer, dan ekonomi. Serangan Iran ke Israel akan berdampak pada perang regional yang lebih besar dan berpengaruh terhadap arah perang Israel di Gaza.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut serangan tersebut sebagai “Janji Sejati” pemimpin tertinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menepati sumpah untuk menghukum atas serangan yang dilakukan oleh Israel dan pihak yang lainnya.

Serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Israel ke konsulat Iran di Damaskus, Suriah, Senin (1/4/2024) yang menewaskan tujuh orang anggota IRGC, termasuk dua jenderal yang bertugas untuk memimpin operasi di Suriah dan Lebanon.

Pemerintah Iran menunjukkan pencegahan yang kuat akibat dari kebijakan yang konfrontatif dan serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, salah satunya pembunuhan yang dilakukan terhadap komandan penting IRGC, seperti Qassem Soleimani dan Razi Mousavi.

Tindakan AS dan sekutunya dianggap sangat merugikan Iran, baik dalam negeri maupun dalam negeri. Bahkan, menguntungkan Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari meningkatnya ketegangan kawasan sehingga memaksa militer AS turut serta untuk bertindak lebih terhadap Iran.

Respons Dunia atas Serangan Iran

Serangan Iran kepada Israel didukung oleh dunia muslim sehingga ini menjadi keuntungan soft power bagi Iran akibat tindakan Israel yang menyebabkan kematian puluhan ribu perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza.

Pada awal pekan ini, pemerintah Turki baru mulai membatasi sejumlah ekspor ke Israel akibat pemerintah Israel menolak untuk memberikan izin kepada Turki untuk meluncurkan bantuan ke wilayah kantong yang terkepun dan menjadi tempat banyaknya bayi yang meninggal karena kelaparan.

Arab Saudi juga tidak mengesampingkan normalisasi hubungan dengan Israel walaupun terjadi pembantaian di Gaza. Meskipun begitu, Arab Saudi dan Turki memiliki argumentasi yang sangatkritis terhadap perang yang terjadi di Gaza.

Iran memiliki alasan yang kuat dan masuk akal di Dewan Keamanan PBB atas serangan langsung ke Israel tersebut, yaitu sebagai serangan terhadap misi diplomatik yang menandakan adanya pelanggaran terhadap Konvensi Wina dan pada pasal 51 Piagam PBB mengenai hak yang melekat untuk membela diri sejak dimulainya perang Gaza.

Dampak Rudal Iran ke Israel 

Militer Israel menyebutkan drone dan rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran berjumlah lebih dari 300 dan drone milik Iran tersebut menjadi berita utama internasional karena pejabat Ukraina menyampaikan ketika invasi Rusia ke Ukraina, drone Shahed milik Rusia merupakan rancangan Iran terus menyerang wilayah Ukraina.

Pada Minggu (14/4/2024), televisi pemerintah Iran menyampaikan drone yang digunakan adalah Drone Kamikaze Shahed-136 yang diluncurkan ke Israel secara langsung yang membawa hulu ledakan relatif kecil dengan berat sekitar 50 kg atau 110 pon.

Saluran Telegram yang berafiliasi dengan IRGC turut menyampaikan Drone Shahed-238 digunakan dalam serangan tersebut, drone tipe ini dibekali dengan turbojet dan bukan baling-baling model 136 serta memiliki kemampuan manuver dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 600 kmph atau 372 mph.

Rudal yang diluncurkan Iran ke Israel adalah tipe rudal balistik jarak jauh Emad dan rudal jelajah Paveh. Bahkan, Iran juga mempunyai rudal balistik hipersonik Fattah hanya butuh 7 menit untuk sampai di Israel. Namun, tidak ada pernyataan mengenai rudal ini digunakan dalam serangan tersebut.

Panglima IRGC Hossein Salami menyampaikan serangan dengan drone dan rudal ke Israel berhasil dilakukan.

“Operasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan yang melebihi ekspektasi kami,” ujar Hossein Salami, dikutip dari Aljazeera pada Selasa (16/4/2024).

Dia juga menyampaikan serangan tersebut menargetkan pangkalan militer Israel, salah satunya adalah pangkalan udara Nevatim di Gurun Negev.

Serangan Iran terhadap Israel berdampak langsung terhadap pasar lokal, seperti mata uang asing yang mengalami penguatan sehingga mata uang Iran turun jatuh ke level yang paling rendah sepanjang masa, yaitu sekitar 670 ribu per dolar AS pada Minggu.

Berdasarkan situs berita resmi Tasnim melaporkan kondisi transaksi mata uang dan emas di Teheran dan pasar lainnya sangat sedikit pada Minggu (14/4/2024), karena masyarakat dalam kondisi yang berhati-hati. (Ahmadi Yahya)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper