Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Israel Batal Balas Serangan Iran usai Netanyahu Telepon Presiden AS Joe Biden

Israel batal membalas serangan Iran setelah PM Benjamin Netanyahu melakukan percakapan via telepon dengan Presiden AS Joe Biden.
Presiden AS Joe Biden (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) untuk membahas konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, Rabu, 18 Oktober 2023./Reuters
Presiden AS Joe Biden (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) untuk membahas konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, Rabu, 18 Oktober 2023./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Israel membatalkan serangan balik terhadap Iran usai PM Benjamin Netanyahu melakukan sambungan telepon dengan Presiden AS Joe Bidden.

Dilansir dari The Times of Israel, Biden membujuk Netanyahu agar tidak menyetujui serangan balasan langsung terhadap Iran setelah negara itu meluncurkan sekitar 300 drone dan rudal ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam, demikian berdasarkan laporan New York Times.

Laporan tersebut juga menyampaikan sejumlah anggota kabinet militer Israel telah berniat meluncurkan serangan balasan. Namun, menimbang dampak serangan Iran yang tidak terlalu serius, ditambah dengan diskusi antara Netanyahu dengan Biden, serangan ke Iran pun dibatalkan.

Sementara itu, dilansir Antara, Biden dilaporkan telah memperingatkan Netanyahu untuk berpikir dengan hati-hati mengenai risiko eskalasi konflik dengan Iran.

"Israel menjelaskan kepada kami bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi yang signifikan dengan Iran," kata seorang pejabat senior AS kepada wartawan.

Sebagai informasi, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel pada Sabtu malam (13/4/2024), sebagai pembalasan atas serangan Israel di Damaskus pada awal April, yang menewaskan beberapa komandan Iran.

Pejabat itu mengatakan Biden menyampaikan dengan sangat jelas kepada Netanyahu selama panggilan telepon pada Sabtu malam bahwa, "Kita harus berpikir secara hati-hati dan strategis mengenai risiko eskalasi."

"Tujuan kami adalah meredakan ketegangan regional. Kami tidak ingin konflik regional lebih luas," kata pejabat tersebut.

Menanggapi pertanyaan apakah AS akan berpartisipasi dalam serangan balasan Israel setelah serangan Iran semalam, pejabat itu mengatakan: "Kami tidak membayangkan diri kami berpartisipasi dalam tindakan seperti itu."

Seorang pejabat senior militer AS mengatakan kapak-kapal AS yang berbasis di Mediterania Timur, USS Arleigh Burkey dan USS Carney, menghancurkan antara empat dan enam rudal balistik Iran selama serangan tersebut.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa pesawat udara AS mencegat lebih dari 70 drone dan rudal jelajah Iran yang menuju Israel, menegaskan kembali komitmen kuat AS terhadap pertahanan Israel.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Times of Israel, Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper