Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Netanyahu Janji Pindahkan Warga Sipil dari Rafah sebelum Gempur Hamas

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa militer akan memindahkan lebih dari satu juta warga sipil Palestina dari kota Rafah di selatan Gaza.
Gambar satelit menunjukkan pemandangan lebih dekat perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, 7 November 2023. Maxar Technologies/Handout via REUTERS
Gambar satelit menunjukkan pemandangan lebih dekat perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, 7 November 2023. Maxar Technologies/Handout via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa militer sedang bersiap untuk memindahkan lebih dari satu juta warga sipil Palestina dari kota Rafah di selatan Gaza.

Upaya ini dilakukan untuk memberikan bantuan yang cukup bagi warga sipil sebelum melakukan serangan terhadap batalyon-batalyon pejuang Hamas yang tersisa di kota tersebut.

"Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan secara operasional dan internasional. Memang butuh waktu, tapi itu akan dilakukan,” katanya dalam konferensi pers di Yerusalem seperti dilansir Reuters, Senin (1/4/2024).

Hampir enam bulan sejak konflik dimulai, Israel mendapat tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat, untuk menerima gencatan senjata demi menghindari lebih banyak korban jiwa dari sipil.

Menurut Hamas, perang di Jalur Gaza telah menewaskan sekitar 32.000 orang. Israel mengatakan bahwa sepertiga dari korban tewas adalah pejuang Hamas.

Perang dimulai pada 7 Oktober ketika ribuan pejuang Hamas menerobos masuk ke Israel, menewaskan 1.200 orang dan menculik 240 orang ke Gaza. Gencatan senjata selama sepekan pada November 2023 berhasil membebaskan lebih dari 100 sandera.

"Kita perlu menyeimbangkan antara tekanan terhadap Hamas dan fleksibilitas dalam negosiasi," kata Netanyahu.

Menanggapi tuduhan di Israel bahwa ia tidak cukup fokus pada pembebasan sandera, Netanyahu mengatakan dugaan tersebut salah dan menyesatkan.

Pasukan Israel mendominasi bagian utara Gaza saat ini. Salah satu tuntutan Hamas adalah agar warga sipil dan para pejuang diizinkan kembali ke rumah mereka di bagian utara. Netanyahu mengatakan bahwa hal itu tidak dapat diterima karena akan ada dampak keamanan yang signifikan.

"Lebih banyak konsesi tidak akan menghasilkan kesepakatan. Anda perlu melakukan negosiasi yang cerdas dan tidak menanggapi tuntutan yang tidak masuk akal dan berbahaya,” katanya.

Perundingan gencatan senjata Israel – Hamas selama enam pekan, yang dimediasi Qatar dan Mesir, bertujuan membebaskan sekitar 40 sandera dengan imbalan ratusan tahanan Palestina yang ditahan di Israel dan peningkatan bantuan kemanusiaan besar-besaran.

Banyak yang berharap gencatan senjata tersebut akan diperpanjang. Israel mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakhiri pertempuran sampai 5.000 sampai 8.000 militan Hamas yang berada di Rafah dikalahkan.

Tanpa kemenangan tersebut, para pejabat Israel mengatakan, perang akan gagal dan tidak akan mengirimkan pesan pencegahan yang dibutuhkan kepada milisi lain yang didukung Iran, Hizbullah di Lebanon. Pertempuran di sana telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir antara militan dan Israel.

Badan-badan bantuan dan PBB mengatakan bahwa Gaza berada di ambang kelaparan karena pembatasan Israel. Israel bersikeras bahwa hal ini tidak benar dan kegagalan distribusi yang terjadi merupakan kesalahan badan-badan tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper