Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Media Asing Sebut Indonesia Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel Sebelum 7 Oktober 2023

Media asing soroti pemerintahan Presiden Jokowi yang mendukung normalisasi hubungan diplomatik RI dengan Israel. Benarkah demikian?
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, (13/11/2023). Dok BPMI Setpres RI
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, (13/11/2023). Dok BPMI Setpres RI

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyelesaikan normalisasi penuh hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel sebelum dirinya lengser dari kursi RI 1 pada Oktober 2024. 

Hal tersebut dilaporkan oleh media asing Jewish Insider yang dikutip pada Rabu (28/2/2024). Pemerintah Israel dan Indonesia telah merencanakan untuk mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik pada bulan Oktober 2023.

"Namun, langkah tersebut tertunda akibat serangan kelompok Hamas terhadap Israel dan perang yang terjadi di Gaza pada 7 Oktober 2023," ungkap tiga sumber yang terlibat dalam perundingan tersebut kepada Jewish Insider

Di dalam kesepakatan, Israel dan Indonesia menyatakan berusaha untuk memperluas Perjanjian Abraham dan mempromosikan perdamaian, hidup berdampingan, saling pengertian, dan rasa hormat di antara orang-orang dari semua agama, etnis, dan kebangsaan. 

Nota kesepahaman tersebut juga menyatakan bahwa kedua belah pihak mendukung peningkatan kehidupan sehari-hari rakyat Palestina dan resolusi dalam atas konfik di Gaza. 

Indonesia dan Israel juga sepakat untuk membuka kantor penghubung timbal balik yang berfokus pada pengembangan hubungan bilateral, dengan penekanan pada ekonomi, perdagangan, teknologi, inovasi, dan budaya. Nantinya, kantor-kantor tersebut juga akan diberi wewenang untuk menyediakan layanan konsuler.

Kemudian, terdapat juga kesepakatan yang tidak tertulis dalam MoU tersebut, dengan kedua belah pihak akan menyusun mekanisme pemberian visa bisnis kepada WNI dan warga negara Israel melalui kantor perdagangan.

Penghapusan Israel dari daftar hitam visa Indonesia juga dalam pembicaraan, dengan puluhan ribu peziarah Kristen asal Indonesia mengunjungi Israel setiap tahunnya, namun sangat sulit bagi warga Israel yang tidak memiliki paspor negara lain untuk mengunjungi Indonesia. 

Sumber diplomatik senior tersebut juga menuturkan bahwa Indonesia yakin untuk menjalin hubungan dengan Israel setelah keberhasilan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab dan kaum minoritas Kristen yang cukup besar di Indonesia.

Jewish Insider menulis bahwa Andi Widjajanto, mantan Gubernur Lemnahas RI, dan Ronen Levy, yang saat itu menjabat sebagai direktur jenderal Kementerian Luar Negeri dan salah satu pemain kunci Israel dalam Perjanjian Abraham, bertemu di Yerusalem pada September 2023.

Mereka juga terlihat bertemu dengan Dan Shapiro, yang saat itu menjabat sebagai penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk integrasi regional, untuk merampungkan naskah perjanjian tersebut, sebagaimana terlihat pada foto yang diberikan oleh salah satu sumber yang terlibat dalam perundingan tersebut.

Pengusaha yang berbasis di New York, Joey Allaham, juga memainkan peran penting dalam negosiasi tersebut.

Meskipun Shapiro hadir dan sejumlah kecil pejabat Amerika Serikat mengetahui tentang negosiasi tersebut, Jakarta tidak mengajukan permintaan khusus kepada Washington.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang saat ini menjadi Calon Presiden dengan perolehan suara terbanyak pada real count Pilpres 2024, diketahui telah lama mendukung normalisasi hubungan dengan Israel. Indonesia dan Israel juga berada dalam jalur normalisasi tersebut.

Prabowo, yang telah lama mendukung normalisasi tersebut, bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Eyal Hulata.

Mengutip Jerusalem Post, Prabowo pernah bertemu dengan Hutala pada konferensi di manama pada November 2021 dan berbicara dengan kuasa usaha Israel di Bahrain, Itay Tagner. 

Setelah foto dipublikasikan, Prabowo mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak dilarang berbicara dengan pejabat Israel jika hal tersebut demi kepentingan nasional.

Adapun, media tersebut mengatakan bahwa kerja sama pertanian memainkan peran besar dalam menghangatkan hubungan antara kedua negara. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper