Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hujan Deras dan Banjir di Jabodebatek Hambat Pengumpulan Data Quick Count Pemilu 2024

Hasil quick count Pilpres (pemilihan presiden) dapat diketahui dua jam setelah pemungutan suara selesai pukul 13.00 WIB.
Petugas di TPS 022, Citayam, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/2/2023)/Novita Sari Simamora
Petugas di TPS 022, Citayam, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/2/2023)/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA -  Hujan deras dan banjir yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek diakui menghambat penghimpunan data quick count hasil Pemilu 2024. 

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Rudi mengatakan butuh waktu sekitar 2-4 jam untuk mengumpulkan suara Pemilu dari tempat pemungutan suara atau TPS yang akan dijadikan basis hitung cepat atau quick count.

Menurut Arya, untuk hasil quick count Pilpres (pemilihan presiden) dapat diketahui dua jam setelah pemungutan suara selesai pukul 13.00 WIB. Dengan begitu, ditargetkan hasil quick count Pilpres bisa dipublikasikan sekitar pukul 15.00 WIB.

"Sampai semua data terkumpul di lapangan, biasanya antara 2 sampai 4 jam. Kalau Pilpres 2 jam sudah bisa diketahui," ujar Arya di kawasan Rasuna Said, Rabu (14/2/2024).

Namun, untuk akumulasi data perolehan suara calon legislatif atau caleg dan partai diakui Arya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan data Pilpres. Musababnya ada puluhan nama caleg hingga belasan partai yang mengikuti kontestasi demokrasi tahun ini. Apalagi, hujan deras di Jabodetabek sejak pagi tadi, kata Arya, turut mempengaruhi penghimpunan data para enumerator atau petugas survei di TPS.

"Sekarang Jabodetabek lagi hujan, saya mendengar beberapa TPS baru dibuka agak siang karena adanya kondisi hujan yang mengganggu kerja petugas di lapangan, nah itu sedikit banyak berimplikasi pada penghimpunan data kami juga di TPS," jelasnya.

Arya pun mengklaim, akurasi quick count Poltracking Indonesia dengan perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum atau KPU tidak jauh berbeda. Merujuk pada hasil quick count Pilpres lima tahun sebelumnya menunjukkan selisih data antara hasil quick count dengan perhitungan KPU hanya kurang dari 1%. 

"Karena quick count menghitung data riil pilihan di masing-masing TPS sehingga hasil akurasi datanya tinggi, itu yang menyebabkan hasil quick count biasanya tidak terlalu jauh berbeda dengan hasil KPU," jelasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hujan dengan intensitas lebat dan ekstrem di hari Pemilu ini telah menyebabkan 70 dari 30.766 TPS di DKI Jakarta terdampak genangan air.

Secara terperinci, 31 TPS terendam genangan air di Jakarta Barat, 27 TPS di Jakarta Utara, 3 TPS di Jakarta Timur, 3 TPS di Jakarta Pusat dan 6 TPS di Jakarta Selatan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper