Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo, Petani Jerman dan Aksi Mogok Tolak Pemotongan Subsidi

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat merujuk petani di Jerman sebagai ideal profesi yang cocok bagi kaum muda.
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan pendapat saat adu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kali ini bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan pendapat saat adu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kali ini bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Prabowo Subianto tanpa ragu merujuk kaum muda Jerman yang berprofesi sebagai petani ketika menjelaskan keengganan pemuda Indonesia untuk terlibat di sektor pertanian Tanah Air.  

Dalam "Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045", calon presiden (capres) nomor urut 02 ini menilai petani yang kurang sejahtera di Indonesia membuat anak muda enggan bekerja di sektor tersebut.

Di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pria yang juga bertanggung jawab dalam proyek food estate itu pun membandingkan anak muda di Jerman yang menjadi petani pada pagi hari dan tetap bisa memiliki gaya hidup pada malam hari.

"Seperti di Jerman, di mana-mana dia kerja di ladang sore, dia naik mobil ke disko malam-malam," ucap Prabowo saat menghadiri acara dialog dengan Kadin di Djakarta Theater, Kamis (11/1/2024).

Prabowo mengatakan anak muda enggan menjadi petani karena melihat orang tuanya hidup susah. Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai kondisi tersebut pada akhirnya memicu persoalan pangan dan pertanian yang tak berkesudahan.

Padahal, persoalan tersebut merupakan bersifat strategis yang tidak dapat diperlakukan sebagai masalah niaga karena menyangkut hajat hidup manusia.

Oleh karena itu, menurutnya, penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Prabowo mengusung strategi utama untuk mencapai cita-cita tersebut, yakni pembangunan lumbung pangan atau food estate yang dibarengi dengan pemerataan distribusi pupuk subsidi.

"Inilah yang saya maksud bahwa kita harus berpijak dari falsafah dulu baru menghasilkan strategi," ujarnya.

Dalam pekan yang sama, petani di Jerman sebenarnya tengah menggelar aksi di seluruh negeri untuk menolak penghapusan keringanan pajak bahan bakar diesel bagi sektor pertanian pertanian secara bertahap.

Dilansir Reuters, Senin (8/1/2024), aksi itu dilakukan dengan penutupan jalan menggunakan traktor. Pemogokan tersebut dilakukan dalam rangka menolak kebijakan pemerintah Kanselir Jerman Olaf Scholz yang berniat menghentikan subsidi bahan bakar diesel bagi petani.

Konvoi traktor dan truk berkumpul di jalan-jalan saat suhu tercatat di bawah nol derajat di hampir seluruh 16 negara bagian. Beberapa pengunjuk rasa juga bentrok dengan polisi.

"Tidak ada bir tanpa pertani," bunyi salah satu spanduk protes, dikutip dari Reuters, Minggu (14/1/2024).

Sebagai informasi, Scholz, berasal dari Partai Sosial Demokrat (Social Democratic Party). Untuk itu, Partai Alternative fur Deutschland (AfD) mendukung protes kaum petani. AfD disebut memanfaatkan momentum tersebut guna memenangkan pemilihan umum (pemilu) tahun ini dengan menunjukkan bahwa masyarakat tidak puas dengan kepemimpinan saat ini.

Ralf Huber, seorang petani dari daerah Bavaria, menyebut penghentian subsidi itu secara bertahap akan menimbulkan bencana bagi petani. Dia menyebut kerugiannya bisa mencapai sekitar 10.000 euro (setara Rp170,3 juta berdasarkan kurs rupiah per euro).

"Untuk lahan pertanian seperti milik saya, kerugian yang akan saya alami sekitar 10.000 euro," ujar Ralf Huber, seorang pertani dari Bavaria.

Berdasarkan keterangan kepolisian, jalan umum maupun jalan bebas hambatan di berbagai lokasi di seluruh penjuru negeri ditutup. Kondisi itu turut meliputi beberapa daerah perbatasan dengan Prancis, hingga menyebabkan kemacetan hampir sepanjang hari.

Para petani mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk mengakhiri dua macam keringanan pajak secara tidak adil membebani mereka dan membuat usaha mereka gulung tikar. Keringanan pajak itu bisa menghemat biaya yang dikeluarkan petani sekitar 900 juta euro per tahun.

Dengan fakta itu, rujukan Prabowo Subianto mengenai ideal petani muda bagi orang Indonesia bisa jadi sungguh tepat. Selain sejahtera dan bisa 'berdisko pada malam hari', petani Jerman juga kukuh memperjuangkan aspirasi dengan aksi mogok massal di segenap penjuru negeri.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper