Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kim Jong-un: Rudal Balistik ICBM Tunjukkan Kekuatan Nuklir Korea Utara

Kim Jong-un mengawasi uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong -un menghadiri rapat pleno ke-7 Komite Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, 27 Februari 2023 dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA)./Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong -un menghadiri rapat pleno ke-7 Komite Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, 27 Februari 2023 dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA)./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Korea Utara Kim Jong-un mengawasi uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat, pada Selasa (19/12/2023).

Militer Korea Selatan mengatakan Korea Utara telah menembakkan rudal ICBM menggunakan bahan bakar padat, yang membuat rudal lebih mudah diangkut dan ditembakkan lebih cepat dibandingkan versi berbahan bakar cair.

Peluncuran ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Korea Utara menguji ICBM berbahan bakar padat, setelah peluncuran pada April dan Juli 2023.

"Latihan peluncuran ICBM Hwasongpho-18 dilakukan sebagai aksi militer penting untuk menunjukkan dengan jelas kekuatan strategis nuklir Korea Utara," katanya, dilansir CNA, Selasa (19/12/2023).

Rudal tersebut menjadi yang terbesar di gudang senjata Korea Utara, terbang sejauh 1.000 km, dan menunjukkan kemampuan tempur unit ICBM.

Kim Jong-un mengatakan peluncuran tersebut mengirimkan sinyal yang jelas kepada musuh dan menetapkan beberapa tugas baru yang penting untuk pengembangan kekuatan strategis nuklir Korea Utara.

"Latihan yang berhasil ini merupakan demonstrasi praktis dari kondisi aktual dan keandalan kemampuan serangan yang tangguh dan penangkal perang nuklir mutlak yang dimiliki oleh angkatan bersenjata Korea Utara," kata Kim Jong-un.

Peluncuran tersebut menyusul kembalinya kemarahan Korea Utara sebagai dampak aliansi Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

AS dan Korea Selatan mengadakan sesi kedua konsultasi nuklir di Washington, di mana keduanya membahas pencegahan nuklir jika terjadi konflik dengan Korea Utara.

Kedua negara memperingatkan bahwa setiap serangan nuklir dari Pyongyang terhadap AS dan Korea Selatan akan mengakibatkan berakhirnya rezim Korea Utara.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengecam tindakan tersebut. Pihaknya berencana untuk memperluas latihan militer gabungan tahunan dengan mencakup latihan operasi nuklir pada tahun depan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper