Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Relawan Prabowo-Gibran Kritisi Sikap PDIP

Langkah PDI Perjuangan yang menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai petugas partai sejak awal menjabat sebagai Walikota Solo mendapat kritikan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III parpol berlambang Banteng moncong putih di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/6/2023)./Dok. PDIP
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III parpol berlambang Banteng moncong putih di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/6/2023)./Dok. PDIP

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komandan Relawan Prabowo-Gibran Roy Maningkas menilai ada kesalahan dari PDI Perjuangan yang menempatkan Joko Widodo sebagai petugas partai.

Roy Maningkas, mengkritik keputusan PDI Perjuangan yang menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai petugas partai sejak awal menjabat sebagai Walikota Solo. Menurut Roy, seharusnya PDIP memperlakukan Jokowi sebagai mitra partai dan bukan sebagai petugas partai, terutama mengingat kehadiran Jokowi saat PDIP mengalami kesulitan politik.

“Kehadiran Jokowi di PDIP menambah jumlah pemilih baru dan meyakinkan pemilih lama untuk tetap mendukung PDIP,” ujar Roy dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Roy yang juga mantan Sekretaris DPD PDIP Sulawesi Utara periode 1999-2004, menekankan bahwa hubungan antara Jokowi dan PDIP seharusnya dianggap sebagai saling menguntungkan.

Meskipun Jokowi bukan kader ideologis, Roy berpendapat bahwa Jokowi sejak awal bukanlah tangan kosong dalam hubungannya dengan PDIP. Dia menyoroti kekurangan PDIP dalam memposisikan Jokowi sebagai mitra partai, misalnya tidak menempatkannya dalam struktur partai dan hanya menjadikannya anggota biasa.

Menurut Roy, Jokowi bukanlah kader ideologis, melainkan mitra strategis dengan keuntungan saling berbagi. Roy juga menegaskan bahwa tanpa kontribusi Jokowi, PDIP mungkin tidak akan bertahan sekuat sekarang.

Dia menyatakan bahwa jika Jokowi tidak memberikan manfaat bagi PDIP sejak awal, mungkin saja beliau sudah dikeluarkan dari partai.

Dalam konteks ini, Roy menyatakan bahwa langkah-langkah baru yang diambil oleh Jokowi, termasuk dukungan Gibran kepada Prabowo dalam pilpres mendatang, adalah bentuk keyakinan Jokowi terhadap suara rakyat. Menurutnya, rakyatlah yang akan menentukan arah kemajuan Indonesia.

Roy juga mencatat bahwa Jokowi, sebagai presiden, memiliki hak untuk menjalankan strategi untuk kemajuan Indonesia, seperti melepaskan Gibran sebagai calon wakil presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper