Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penelitian: Emisi Gas Rumah Kaca di China Mulai Turun pada 2024

Emisi gas rumah kaca China bisa turun pada awal tahun depan karena pembangkit listrik dari bahan bakar fosil mulai menurun.
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik/ Bloomberg
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Emisi gas rumah kaca China bisa mulai mengalami "penurunan struktural" pada awal tahun depan karena pembangkit listrik dari bahan bakar fosil mulai menurun.

Demikian analisis dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berbasis di Helsinki melansir Reuters, Selasa (14/1/2023).

Produsen gas rumah kaca terbesar di dunia yang menyebabkan pemanasan iklim telah berjanji untuk mencapai puncak emisinya "sebelum tahun 2030", namun pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru telah menimbulkan kekhawatiran bahwa karbon dioksida (CO2) akan mencapai puncaknya pada tingkat yang jauh lebih tinggi. dari perkiraan sebelumnya.

Sikap negara tersebut terhadap bahan bakar fosil diperkirakan akan menjadi isu utama dalam perundingan iklim COP28 di Dubai bulan ini.

Utusan utama negara tersebut, Xie Zhenhua, mengatakan kepada para diplomat pada bulan September bahwa penghentian penggunaan bahan bakar fosil "tidak realistis". Namun, analis utama CREA, Lauri Myllyvirta, mengatakan emisi dapat mulai mengalami “penurunan struktural” pada awal tahun 2024, meskipun diperkirakan terjadi peningkatan sebesar 4,7% YoY pada kuartal ketiga tahun 2023.

Faktor-faktor seperti rekor jumlah instalasi energi terbarukan, kembali pulihnya pembangkit listrik tenaga air, dan pemulihan ekonomi moderat yang tidak bergantung pada investasi infrastruktur “hanya menjamin” penurunan emisi CO2 China pada tahun depan, ujarnya.

“Jika kepentingan batu bara gagal menghentikan perluasan kapasitas tenaga angin dan surya China, maka pertumbuhan energi rendah karbon akan cukup untuk menutupi peningkatan permintaan listrik setelah tahun 2024,” tulisnya dalam analisis yang diterbitkan oleh Carbon Brief pada hari Senin (13/11/2023).

Hal ini akan mendorong penggunaan bahan bakar fosil – dan emisi – ke dalam periode penurunan struktural yang berkepanjangan.

 

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper