Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alasan Anies-Cak Imin Pasang Target Ekonomi Lebih Konservatif

Target pertumbuhan ekonomi paslon Anies - Cak Imin lebih konservatif dibanding 2 paslon lainnya.
Pasangan bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) bersama bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar memberi salam kepada para wartawan saat akan menuju Gedung KPU Jakarta, di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta,Kamis (19/10/2023). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.
Pasangan bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) bersama bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar memberi salam kepada para wartawan saat akan menuju Gedung KPU Jakarta, di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta,Kamis (19/10/2023). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) Surya Tjandra menjelaskan alasan pihaknya memasang target pertumbuhan ekonomi lebih konservatif dibanding kandidat lainnya.

Surya menuturkan bahwa pilihan target pertumbuhan di angka 5,5% - 6,5% cukup realistis untuk dicapai. Ini berbeda dengan pasangan Ganjar Pranowo - Mahfud MD menargetkan pertumbuhan mencapai 7% atau Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming di angka 6 - 7%.

"Itu [target pertumbuhan ekonomi 5,5-6,5%] yang realistis. Artinya yang paling dibayangkan mungkin dilaksanakan, bukan cuman jargon," ujar Surya di Gedung Pakarti Center, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2023).

Dia mencontohkan, dalam 10 tahun terakhir angka pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di bawah 6 persen. Padahal, lanjutnya, pada awal pemerintahannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan hingga 8 persen.

Di samping itu, Surya menjelaskan pasangan AMIN juga berfokus pada keadilan ekonomi. AMIN, lanjutnya, tidak ingin ada pertumbuhan ekonomi secara signifikan namun hanya dirasakan segelintir pihak.

"Concern-nya [kekhawatirannya] AMIN ini keadilan. Jadi kue [ekonomi] ini bisa dibagi secara efektif dan masuknya ke isu-isu yang konkret," jelasnya.

Mantan Wamen ATR/BPN ini mencontohkan, AMIN akan fokus ke masalah produksi beras. Menurutnya, produksi beras dapat berdampak positif ke ketahanan pangan sekaligus lingkungan hidup.

"Nah dari komoditas satu ini, kita bisa menarik berbagai, jadi semacam lokomotif ya, untuk perubahan ke arah mana yang pas dan menjawab masalah yang paling riil," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper