Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kecewa Nepotisme Kembali Muncul, Elite PDIP Berbaju Hitam

Kecewa karena nepotisme kembali muncul jelang Pilpres 2024, elite PDIP berbaju hitam
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan keterangan kepada wartawan mengenai Program Megawati Fellowship di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (3/10/2023). PDI Perjuangan menyelenggarakan program Megawati Fellowship di bidang pendidikan terutama riset, inovasi dan teknologi yang dapat diikuti seluruh anak bangsa berdasarkan dengan syarat ditentukan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan keterangan kepada wartawan mengenai Program Megawati Fellowship di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (3/10/2023). PDI Perjuangan menyelenggarakan program Megawati Fellowship di bidang pendidikan terutama riset, inovasi dan teknologi yang dapat diikuti seluruh anak bangsa berdasarkan dengan syarat ditentukan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

Bisnis.com, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung munculnya nepotisme di Indonesia.

Hal ini disampaikan Hasto setelah melihat  Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah memakai baju hitam dalam Council of Asian Liberal and Democrats (CALD Party) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Sabtu (28/10/2023).

Hasto kemudian memberi penjelasan terkait Ahmad Basarah yang memakai baju hitam pada hari ini karena ketua DPP PDIP ini merasa prihatin dengan kembali muncul nepotisme saat ini.

Nepotisme sendiri merupakan setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau negara.

“Dia (Basarah) ini mencerminkan betapa sulitnya demokrasi kini berada dalam tantangan, ya karena terlahir kembalinya nepotisme,” ujar Hasto dalam sambutannya pada kegiatan CALD Party, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Sabtu (28/10/2023).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dilaporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Pelaporan terhadap Jokowi, Anwar, Gibran, dan Kaesang, terkait dengan dugaan tindak pidana kolusi dan nepotisme seputar putusan MK atas batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pekan lalu.

Laporan itu dimasukkan ke Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK hari ini, Senin (23/10/2023) oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Persatuan Advokat Nusantara. 

Selain ketiga orang tersebut, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep turut dilaporkan lantaran partai yang dipimpinnya merupakan salah satu pemohon uji materi.  

"Kami terdiri dua kelompok yaitu Tim Pembela Demokrasi Indonesia [TPDI] dengan Persatuan Advokat Nusantara, melaporkan dugaan adanya kolusi nepotisme yang diduga dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan Ketua MK Anwar Usman, juga Gibran, Kaesang dan lain-lain," ujar pihak pelapor, Erick S. Paat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (23/10/2023). 

Dugaan Politik Dinasti

Belakangan muncul istilah politik dinasti karena beberapa keluarga Jokowi jadi pejabat. Terbaru dan yang sedang jadi perbincangan adalah Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Di Twitter, hashtag #tolakdinastipolitik viral lagi usai putusan MK soal batas usia capres cawapres yang dinilai memuluskan Gibran, sang Wali Kota Solo menuju Pilpres 2024 sebagai cawapres.

Bukan hanya Gibran, menantu Jokowi, Bobby Nasution, juga menjabat sebagai wali kota Medan. Sementara itu, putra bungsu Jokowi Kaesang kini menjabat ketum PSI. Ketua MK saat ini dijabat Anwar Usman yang notabene ipar Jokowi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper