Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harapan Megawati Indonesia Punya Pemimpin Sekelas John F Kennedy

Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengharapkan Indonesia memiliki pemimpin sekelas John F Kennedy
Harapan Megawati Indonesia Punya Pemimpin Sekelas John F Kennedy. Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam forum rapat kerja nasional (rakernas) ke-IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (29/9/2023). Dok Youtube PDIP
Harapan Megawati Indonesia Punya Pemimpin Sekelas John F Kennedy. Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam forum rapat kerja nasional (rakernas) ke-IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (29/9/2023). Dok Youtube PDIP

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengharapkan Indonesia memiliki pemimpin sekelas John F Kennedy.

"Kalo lihat diajak bapak saya ketemu di banyak negara wah, menurut saya kalibernya, saya bertemu di Amerika Presiden Kennedy. Wah sudah ganteng, sudah pintar saya pikir nanti ini baru Amerika," kata Megawati dalam Rakernas PDIP, Minggu (1/20/2023).

Lebih lanjut, Megawati optimistis bahwa Indonesia nantinya bisa memiliki pemimpin seperti Kennedy agar bisa membuat lompatan untuk menjadi negara maju.

"Makanya saya pikir kapan muncul pemimpin-pemimpin Indonesia yang kaliber dengan kaya gitu. Wah Indonesia pasti membuat lompatan ke depan itu menurut saya. Pertanyaan bisa apa enggak? Bisa banget," tambahnya.

Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa Indonesia dulunya memiliki pemimpin yang visioner dengan memiliki konsepsi pembangunan sampai 100 tahun yang akan datang.

"Betapa pentingnya yang namanya Bung Karno itu membuat konsepsi pembangunan melintas waktu dari 25 [tahun],50 tahun sampai 100 tahun akan datang itu visioner sekali yang namanya pembangunan nasional semesta," ujarnya.

Namun, Presiden ke-5 RI itu keheranan grand design kepemimpinan dari ayahnya sudah tidak dipakai lagi. Terlebih, dia telah menyuruh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto untuk memisahkan setiap bidang terkait hal tersebut.

"Setelah saya suruh sekjen pisah-pisah dengan setiap bidang itu sampai 17. Jadi makannya ini bidang pangan itu ini kok gak dipakai, aneh. Ini kan kita salah sendiri padahal Bung Karno suka mikir begini, ini rakyat Indonesia bener e piye toh," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper