Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siti Nurbaya: Penyebab Pencemaran Udara Itu Kendaraan, Bukan PLTU!

Siti Nurbaya menyebut penyebab utama pencemaran kualitas udara di Indonesia berasal dari kendaraan bermotor.
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) memimpin rapat terbatas yang diikuti sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023). Ratas itu membahas peningkatan kualitas udara kawasan Jabodetabek. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) memimpin rapat terbatas yang diikuti sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023). Ratas itu membahas peningkatan kualitas udara kawasan Jabodetabek. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyebut penyebab utama pencemaran udara di Indonesia berasal dari kendaraan bermotor.

Hal ini disampaikannya usai Rapat Terbatas (ratas) bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di Istana Negara, Senin (14/8/2023).

“Dalam catatan kami per 2022 itu ada 24,5 juta kendaraan bermotor dan 19,2 juta lebih itu sepeda motor,” ujarnya di kantor presiden, Senin (14/8/2023).

Kendati demikian, Siti mengaku mendapat arahan dari Jokowi untuk tetap melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap sumbangsih industri terhadap kualitas udara di kawasan Jabodetabek. Dia mengatakan bahwa ke depan akan dirumuskan standar-standar yang harus dikeluarkan terkait standarisasi cerobong industri.

Di sisi lain, politisi dari NasDem itu juga angkat bicara terkait dengan pencemaran udara yang disebabkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Siti menyebut KLHK memastikan bahwa dugaan polusi udara disebabkan oleh PLTU Suralaya kurang tepat.

“Hasil analisis uapnya itu pencemarannya dia bergeraknya tidak ke arah Jakarta tetapi asapnya ke arah Selat Sunda, tetapi memang ada pembangkit individual kecil yang tersebar dan arahan Bapak Presiden untuk didalami. Jadi, batu bara yang berpengaruh ke Jakarta tidak sampai 1 persen,” pungkas Siti.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper