Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masih Jadi Gubernur Jateng, Ganjar Dikritik Terlalu Sibuk Urusi Jakarta!

Capres PDIP, Ganjar Pranowo, kembali mendapat kritikan karena dianggap terlalu sibuk mengurusi Jakarta.
Ganjar Pranowo/Bisnis-Akbar
Ganjar Pranowo/Bisnis-Akbar

Bisnis.com, SOLO - Capres PDIP yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kembali mendapat kritikan karena dianggap terlalu sibuk mengurusi Jakarta.

Ganjar Pranowo dianggap pansos setelah melakukan blusukan ke Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara belum lama ini.

Dalam agenda blusukannya itu, Gubernur Jateng tersebut malah mendapat laporan biaya retribusi pasar bulanan. Tak butuh waktu lama Ganjar langsung bertindak.

Ia kemudian menelepon Pj Heru untuk menyampaikan keluhan pedagang di Pasar Anyar Bahari tersebut. Video Ganjar telepon Pj Heru ini pun viral di media sosial dan mendapat berbagai macam respons dari warganet.

Salah satu netizen bahkan mengatakan jika Ganjar terlalu cawe-cawe masalah DKI padahal dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Jateng.

Politikus muda Tsamara Amany, yang memang sejak lama mendukung Ganjar Pranowo, mencoba pasang badan saat Capres PDIP tersebut dikritik.

Melalui unggahan Twitter, Tsamara menyebut jika apa yang dilakukan Ganjar Pranowo itu hanya sebatas ingin membantu orang lain. Apalagi dia punya koneksi.

"Sebagai seorang pejabat, Pak Ganjar punya privilege berupa akses & koneksi. Beliau juga sadar bahwa Jakarta bukan kewenangannya, maka itu telp Pj Gub DKI yg memang berwenang. Bukannya lebih baik jika akses & koneksi itu dipakai untuk bantu orang lain, dibanding hanya berdiam diri? Saya paham yg kesal karena beliau masih Gub Jateng. Tapi kalau dilihat lebih obyektif beliau sedang main ke pasar di Jakarta saat hari libur & mendengar ada aduan dari warga," tulis Tsamara.

Meski demikian, pembelaan Tsamara tersebut kembali dimentahkan oleh warganet yang menyebut jika DKI punya aplikasi JAKI dan telah dibuka POSKO aduan di Balai Kota bagi warga DKI apabila warga punya masalah atau keluhan.

Bukan kali pertama Ganjar dianggap keluar dari kewenangan...

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper