Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelaku Ditangkap, Polri Temukan Unsur Pidana Kasus Dugaan Tambang Ilegal

Bareskrim Polri mengungkap, bahwa terdapat unsur pidana dalam kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 30 November 2022  |  08:00 WIB
Pelaku Ditangkap, Polri Temukan Unsur Pidana Kasus Dugaan Tambang Ilegal
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pipit Rismanto, Rabu (2/11/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap, bahwa terdapat unsur pidana dalam kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Direktur Tindak Pidan Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan bahwa kasus ini sudah ada tindak pidananya dan pelaku pertambangnya sudah ditangkap.

“Yang jelas tindak pidananya sudah ada. Kan pelaku pertambangannya sudah kita tangkap,” ujar Pipit saat dihubungi wartawan, Selasa (29/11/2022) malam.

Akan tetapi, dia belum mebeberkan pelaku yang ditangkap dan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalam untuk menetapakan tersangka dalam kasus dugaan tambang ilegal.

“Yang punya perusahaan belum bisa diambil keterangan, kita tunggu saja,” ungkap Pipit.

Sekadar informasi, kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur ini mencuat karena beredarnya video Ismail Bolong, mantan anggota Polri di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur yang berbicara tentang uang setoran dalam kasus tambang ilegal ini.

Setelah video tersebut viral, Ismail menarik pengakuannya dengan membuat video klarifikasi bahwa ada perwira tinggi Polri yang menekannya untuk membuat video terkait pengakuan pemberian uang terhadap Komjen Agus Andrianto selaku Kabareskrim.

Dalam video klarifikasinya, Ismail mengaku tidak pernah memberikan uang apa pun kepada kabareskrim.

Dirinya mengaku video testimoni dirinya soal adanya setoran uang kepada kabareskrim dibuat atas tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat Karo Paminal Propam Polri, pada Februari 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tambang ilegal kabareskrim bareskrim
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top