Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tragedi Kanjuruhan: Ini Alasan Polisi Menutup Sebagian Besar Pintu Stadion versi Suporter, Pintu 13 Bak Kuburan Massal

Menurut keterangan beberapa saksi, sebagian besar pintu stadion di Kanjuruhan ditutup dan hanya menyisakan pintu 14.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  06:23 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Ini Alasan Polisi Menutup Sebagian Besar Pintu Stadion versi Suporter, Pintu 13 Bak Kuburan Massal
Tragedi Kanjuruhan
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Salah seorang pendukung Arema FC, Totok Prasetyo, menjelaskan tentang alasan mengapa pintu Stadion Kanjuruhan banyak yang ditutup.

Seperti diketahui, salah satu fokus utama dalam tragedi Kanjuruhan adalah pintu stadion yang ditutup. Padahal, suporter mendapatkan tembakan gas air mata yang membuat mereka bedesakan untuk menuju pintu keluar.

Dilansir dari Tempo, Totok mengatakan jika polisi menutup sebagaian besar pintu stadion.

Menurut Totok, alasan dari penutupan pintu stadion ini adalah untuk menyelamatkan tim Persebaya dari amukan Aremania.

"Kalau saya dapat informasi, ya kan temen saya banyak yang anggota (polisi), saya dengar karena mengantisipasi Aremania ini biar nggak keluar, malah nyerang Persebaya di luar," kata Totok.

"Katanya biar Aremania biar nggak nunggu Persebaya masuk terus diserang," tambahnya.

Selain Totok, suporter Arema FC lainnya, Eko Arianto juga membenarkan tentang pintu stadion yang ditutup oleh polisi.

Eko yang saat kejadian berada di luar stadion mengaku sempat melihat Pintu 10 dijebol oleh penonton.

Namun yang paling tragis adalah pintu 13. Menurutnya, Aremania keluar dari lubang ventilasi di sana.

Pintu 13 itu disebut merenggut banyak korban. Eko bahkan menyebut pintu 13 ini bagaikan kuburan massal.

“Semua pintu ditutup. Hanya Pintu 14 yang dibuka,” katanya.

"Pintu 13 semacam kuburan massal. Aku nggak kuat....,” tambah Eko.

Akibat Tragedi Kanjuruhan ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan 9 komandan Brimob Polda Jawa Timur. Sebanyak 28 anggota polisi pun menghadapi pemeriksaan kode etik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan arema stadion Kanjuruhan

Sumber : Tempo

Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top