Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Singapura Izinkan Vaksin Comirnaty Pfizer untuk Anak Usia 6 Bulan hingga 4 Tahun

Singapura menerbitkan izin penggunaan vaksin Comirnaty produksi Pfizer bagi anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun. 
Logo perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer/fiercepharma
Logo perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer/fiercepharma

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) Singapura telah menerbitkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Comirnaty produksi Pfizer sebagai vaksin primer bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun. 
 
Keputusan tersebut diambil setelah HSA melakukan sejumlah konsultasi dengan para ahli dari Komite Penasihat Obat Singapura serta panel ahli penyakit menular. 
 
HSA menyebut bahwa jenis vaksin primer tersebut dapat diberikan dengan selang waktu selama tiga minggu. Selanjutnya, program vaksinasi dapat dilanjutkan dengan pemberian vaksin dosis ketiga atau booster minimal 8 minggu setelah menyelesaikan program vaksin dua dosis. 
 
Berdasarkan uji klinis yang dilakukan terhadap 1.800 peserta berusia 8 bulan hingga 4 tahun, vaksin Comirnaty menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan tiga dosis vaksin primer memiliki respons imun yang sebanding dengan orang dewasa berusia 16 hingga 25 tahun yang telah menerima sebanyak 30 mikrogram dosis vaksin. 
 
"Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tiga dosis vaksin dapat memberikan tingkat perlindungan yang sama pada anak-anak dengan dua dosis pada orang dewasa," terang HSA dalam keterangan tertulis, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (29/9/2022). 
 
Di sisi lain, meskipun HSA telah memastikan bahwa pemberian vaksin Comirnaty tak akan memberikan efek samping serius pada masyarakat, lembaga tersebut tetap menyarankan para orang tua maupun pengasuh untuk dapat memantau tanda-tanda atau gejala miokarditis seperti nyeri dada ataupun gangguan pernapasan. 

HSA juga akan terus melakukan pemantauan keamanan vaksin serta meminta kepada Pfizer selaku produsen untuk dapat segera memberikan data studi klinis yang tengah dilakukan, guna memastikan bahwa vaksin Comirnaty memiliki manfaat yang lebih besar daripada risikonya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper