Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas BLBI Tagih 2 Perusahaan Adik Prabowo US$7,2 Juta

Satgas BLBI menagih dua perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo senilai US$7,2 juta .
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 September 2022  |  05:59 WIB
Satgas BLBI Tagih 2 Perusahaan Adik Prabowo US$7,2 Juta
Demo mengingatkan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). - Jibiphoto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas atau Satgas BLBI kembali memanggil sejumlah debitur dan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Salah satu yang dipanggil adalah pengurus PT Prima Comexindo dan PT Tirtamas Majutama (Grup Tirtamas). Dua perusahaan ini sempat disebut terafiliasi Group Arsari milik adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Adapun nilai kewajiban yang ditagih Satgas BLBI senilai US$7,2 juta.

Dalam pemberitaan Bisnis Indonesia, Tirtamas Majutama adalah salah satu lini bisnis milik Hashim Djojohadikusumo yang sempat berjaya sebelum krisis moneter. Sedangkan dalam rilis beberapa waktu lalu, Prima Comexindo adalah nama lama dari Comexindo International dan merupakan bagian dari Arsari Group.

Pengurus dua perusahaan itu diminta untuk menghadap Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penagihan dan Litigasi Tim A di Kantor Direktorat Jenderal Kakayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan pada hari Rabu (28/9/2022).

“Menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI debitur Bank Umum Servitia setidak-tidaknya US$7,2 juta,” tulis pengumuman Satgas BLBI yang dipublikasikan, Senin (26/9/2022).

Bisnis telah mengonfirmasi mengenai pemanggilan itu kepada Juru Bicara Grup Arsari, Ariseno Ridhwan. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Arsari Group. "Saya cek dulu ya," ujar Ariseno.

Selain debitur dua perusahaan Hashim, Satgas BLBI juga memanggil tiga debitur lainnya. Pertama, pengurus PT Sangbumi Persada. Panggilan itu ditujukan kepada Desmond Tahir dan Suherman Harsono. Keduanya diminta menghadap pada Rabu (28/9/2022) terkait kewajiban BLBI sebesar US$6,5 juta.

Kedua, pengurus PT Papa Guna yaknin Santoso Pukarta, Noda Farida, Tina Roswita, Bonifatius Parmanto, Ibnu Hartono. Mereka dipanggil pada hari yang sama dengan total kewajiban senilai Rp161,2 miliar.

Ketiga, pengurus Servitia Finance, pemegang saham Bank Umum Servitia, David Nusa Wijaya. David dipanggil bersama dengan enam orang lainnya yakni Christine Nusa, Tarunojoyo, Tuty Ridwan Tjandra, Budiman Tanaya, Ganda Eka, dan Tan Tjin Kok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Satgas BLBI prabowo subianto blbi Hashim Djojohadikusumo
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top