Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fidel Ramos di Mata Mantan Presiden Filipina Duterte dan Estrada

Para mantan Presiden Filipina bergabung dengan sesama warga Filipina yang berduka atas wafatnya Fidel Ramos
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  07:45 WIB
Fidel Ramos di Mata Mantan Presiden Filipina Duterte dan Estrada
Fidel Ramos adalah Presiden ke-12 Filipina yang meninggal kemarin dalam usia 94 tahun. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para mantan Presiden Filipina bergabung dengan sesama warga Filipina yang berduka atas wafatnya Fidel Ramos.

Ramos adalah Presiden ke-12 Filipina yang meninggal kemarin dalam usia 94 tahun.

Mengungkapkan kesedihan yang mendalam, mantan Presiden Rodrigo Duterte mengatakan dia berduka atas "kematian seorang negarawan, mentor, dan teman yang hebat."

“Saat kami berduka atas kehilangannya, mari kita menghormati warisan pelayanannya dan kontribusi signifikannya bagi negara ini,” kata Duterte seperti dikutip Rappler.com, Senin (1/8/2022) .

Mantan Presiden Joseph Estrada, mengatakan Ramos "akan dikenang sebagai salah satu presiden paling efektif dalam sejarah bangsa Fulipina."

Estrada pernah menjabat sebagai wakil presiden selama masa jabatan Ramos dari tahun 1992 hingga 1998.

“Sebagain seorang militer terlatih dan seorang insinyur, dia telah membawa pandangan yang berbeda tentang bagaimana masalah harus ditangani, mengatasinya dengan cara yang paling pragmatis, hemat biaya, dan tercepat,” kata Estrada.

Mantan presiden Filipina Fidel Valdez Ramos wafat pada Minggu ( 31/7/2022) saat berusia 94 tahun.

Kematiannya itu diumumkan oleh Ferdinand Marcos Jr, yang baru-baru ini terpilih sebagai Presiden Filipina.

"Kami sekeluarga berduka bersama rakyat Filipina pada hari yang menyedihkan ini. Kami tidak hanya kehilangan seorang pemimpin yang baik, tetapi juga seorang anggota keluarga," kata Marcos Jr melalui pernyataan.

"Warisannya sebagai presiden akan selalu dihargai dan terpatri dalam hati bangsa kita yang bersyukur ini," katanya, menambahkan.

Fidel Ramos adalah seorang pejuang perang di Korea dan Vietnam serta merupakan penyintas di arena politik.

Dia menjadi pejabat tingkat tinggi bidang keamanan selama masa kediktatoran Ferdinand Marcos Sr dan kemudian meraup suara kemenangan untuk menggenggam jabatan tertinggi di negara itu.

Ramos menjadi pahlawan bagi banyak pihak karena membelot dari pemerintahan Marcos. Di bawah pemerintahan Marcos, dia menjabat kepala kepolisian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina presiden Marcos Jr Rodrigo Duterte
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top