Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-148: Rusia Rebut Banyak Wilayah di Ukraina

Untuk mempertahankan daerah, Ukraina menyerang jembatan penting Antonivskiy di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia di Ukraina Selatan.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  17:41 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-148: Rusia Rebut Banyak Wilayah di Ukraina
Anggota pasukan Ukraina berpartisipasi dalam latihan pertempuran perkotaan, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Ukraina, di wilayah kota yang ditinggalkan di Pripyat, Ukraina, Jumat (4/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-148 sejak awal invasi. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan saat ini wilayah Rusia di Ukraina sudah diperluas.

Dalam letak geografisnya, Lavrov telah mengklaim saat ini Rusia telah menduduki Donetsk, Luhansk, Kherson, Zaporizhzhia dan akan mencaplok lebih banyak wilayah di sepanjang garis depan Ukraina sebagai penyangga untuk artileri roket Himars Ukraina yang dipasok AS.

Dikutip The Guardian pada Kamis (21/7/2022), Lavrov telah menegaskan saat ini pembicaraan damai dengan Ukraina sudah ditutup. Hal itu lantaran Lavrov menilai pihak Ukraina tidak pernah serius dalam pembicaraan ini dan mengatakan bahwa kelanjutan dari pembicaraan damai tidak masuk akal dalam situasi ini.

Update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-148 sebagai berikut:

Rudal Rusia Hantam Kharkiv Hingga Tewaskan 3 Orang

Gubernur Kharkiv, Oleh Synehubov melaporkan serangan rudal Rusia di kota Kharkiv, Ukraina timur, menewaskan tiga orang termasuk seorang pria, seorang wanita dan seorang anak laki-laki yang berusia 13 tahun saat menunggu di halte bus.

Ukraina Serang Jembatan Sarana Penyeberangan Pasukan Rusia

Serangan Ukraina telah merusak parah jembatan penting Antonivskiy di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia di Ukraina Selatan. Jembatan itu adalah salah satu dari dua titik jalan bagi pasukan Rusia ke wilayah yang mereka duduki di tepi barat sungai Dnieper di Ukraina selatan dan hal ini telah menjadi target utama bagi pasukan Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Seruan Ibu Negara Ukraina Pada Kongres di AS

Ibu negara Ukraina, Olena Zelenska mengimbau anggota parlemen AS untuk menyediakan lebih banyak senjata untuk melawan Rusia. Zelenska menegaskan bahwa senjata-senjata bantuan ini bukan untuk merebut hak wilayah orang lain akan tetapi untuk mempertahankan hak wilayahnya sendiri dari Rusia.

Pasokan Roket AS yang Lebih Canggih Akan Dikirim ke Ukraina

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengatakan bahwa negaranya akan kembali mengirim sistem roket Himars yang lebih canggih ke Ukraina untuk melakukan serangan balik ke Rusia. Selain itu, AS juga akan memberikan amunisi tambahan beberapa peluncuran roket sistem (GMLRS) yang dapat menyerang target hingga 80 km (50 mil).

Uni Eropa Memulai Bantuan Militer Tahap Lima ke Ukraina

Uni Eropa akan kembali memberi bantuan militer tahap kelima sebesar €500 juta untuk lebih mendukung Ukraina. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan bahwa Uni Eropa akan teguh dan konsisten dalam memberikan bantuannya ke Ukraina.

Lithuania Tawarkan Dukungan Militer ke Ukraina

Tak mau kalah, Lithuania juga telah menawarkan dukungan militer tambahan kepada Ukraina, hal itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Lithuania mengumumkan pada hari Rabu dan dalam paket militer ini terdapat pengangkut personel lapis baja M13 dan M577, serta amunisi untuk pelatihan cadangan.

Uni Eropa Khawatir Pasokan Gas di Wilayahnya Saat Musim Dingin

Uni Eropa telah menetapkan rencana darurat untuk mengurangi penggunaan gasnya di tengah kekhawatiran Rusia dapat memotong pasokannya di musim dingin. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menuduh bawha Rusia menggunakan ekspor gas ini sebagai senjata untuk memeras Eropa.

Wajib Militer Diterapkan Gerakan Separatis Pro-Rusia

Pasukan separatis pro-Rusia telah meningkatkan wajib militer dengan memaksa pria di daerah pendudukan Donbas. Kabar tersebut berasal dari video yang beredar memperlihatkan seorang wanita Ukraina menghadapi pejabat yang berusaha memaksa suaminya untuk bergabung dengan pejuang pro-Rusia di Donetsk.

“Dia tidak ingin pergi dan bertarung. Tidak ada yang mau bertarung. Kami sangat muak dengan Anda dan perang Anda,” kata wanita dalam video tersebut.

Sanksi Wikipedia dari Rusia

Pengawas komunikasi Rusia mengatakan pihaknya mengambil langkah tegas terhadap Wikimedia Foundation, yang merupakan induk dari ensiklopedia online Wikipedia, karena melanggar undang-undang Rusia yang ditujukan untuk membatasi pelaporan yang jujur seputar konflik di Ukraina .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Ukraina uni eropa militer
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top