Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Gelombang BA 4 dan BA 5 Diprediksi Pekan Depan, Ini Kata Kemenkes

Kementerian Kesehatan masih melakukan pemantauan terhadap perkiraan puncak gelombang Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 hingga akhir Juli 2022 mendatang
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  23:42 WIB
Puncak Gelombang BA 4 dan BA 5 Diprediksi Pekan Depan, Ini Kata Kemenkes
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada warga di Denpasar, Bali, Selasa (14/6/2022). Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau penguat (booster) sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo - rwa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menuturkan pihaknya terus memantau kasus Covid-19 menyusul perkiraan puncak gelombang Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 hingga akhir Juli 2022 mendatang.

“Untuk tanggal pastinya memang kami belum bisa memastikan, maka dari itu Kemenkes masih akan memantau peningkatan kasus harian Covid-19 hingga akhir Juli nanti,” tutur Syahril saat dikonfirmasi Bisnis, Senin (11/7/2022).

Adapun sebelumnya Kemenkes telah mengumumkan puncak gelombang BA.4 dan BA.5 yang diprediksikan akan terjadi pada minggu ketiga Juli 2022.

Diketahui bahwa prediksi tersebut didasarkan oleh laporan dari beberapa negara yang telah terlebih dahulu melewati puncak gelombang subvarian BA.4 dan BA.5 serta pengamatan dari beberapa pakar kesehatan di Indonesia.

Berdasarkan laporan data dari berbagai negara yang dijadikan sebagai acuan seperti Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, dan Portugal, diperkirakan jumlah kasus Covid-19 akan mencapai angka 20 ribu per hari atau sepertiga dari puncak kasus varian Omicron yang mencapai angka 60 ribu kasus per hari.

Kendati demikian, meskipun belum dapat memastikan periode puncak gelombang subvarian BA.4 dan BA.5, Syahril kembali mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

“Dengan meningkatkan jumlah masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dosis booster, maka kasus harian Covid-19 diharapkan dapat jauh lebih rendah dari jumlah kasus yang telah diprediksikan sebelumnya,” kata Syahril.

Sementara itu, hingga hari ini, Kemenkes telah mencatat sebanyak 1.809 kasus Covid-19 akibat subvarian BA.4 dan BA.5. Dengan demikian, Syahril mengatakan bahwa sebaran subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia telah mencapai angka 85 persen secara total.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 varian BA4 dan BA5 omicron
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top