Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Inggris Boris Johnson Lolos dari Mosi Tak Percaya

PM Inggris Boris Johnson lolos dari mosi tak percaya setelah memenangkan dukungan mayoritas anggota parlemen Partai Konservarif yakni 59 persen suara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  09:23 WIB
PM Inggris Boris Johnson Lolos dari Mosi Tak Percaya
PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson lolos dari mosi tak percaya setelah memenangkan dukungan mayoritas anggota parlemen Partai Konservarif.

Johnson memenangkan 59 persen suara yang berarti dia kebal dari tantangan kepemimpinan Konservatif selama setahun.

Dilansir dari BBC, Selasa (7/6/2022), secara keseluruhan, 211 anggota parlemen memilih percaya pada kepemimpinan Johnson, sedangkan 148 anggota lainnya memilih untuk menentangnya.

Johnson menilai kemenangan mosi itu sangat menentukan. Dengan nada optimistis, dia mengatakan mosi itu adalah hasil yang sangat bagus, meyakinkan, dan kesempatan untuk melupakan semua hal yang diberitakan media.

Meskipun hasil mosi itu membuat sang perdana menteri tetap menjabat, para kritikus mengatakan skala pemberontakan terhadapnya menunjukkan otoritasnya semakin melemah. 

Adapun, mosi tidak percaya juga pernah dilayangkan kepada PM Theresia May pada 2018. Sama seperti Johnson, May memenangkan suara tetapi dengan jumlah yang lebih besar yakni 63 persen.

Sayangnya, May kemudian mengundurkan diri enam bulan setelah terjadi kebuntuan terkait Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Lebih lanjut, Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer mengatakan bahwa Partai Konservatif yang kini terpecah-pecah terus berusaha mendukung Johnson setelah dia selamat dari mosi tidak percaya.

Sementara itu, pemimpin partai Demokrat Liberal, Ed Davey mengatakan bahwa meskipun Johnson tetap berada di pucuk kekuasaan, tetapi reputasinya telah 'compang-camping' dan otoritasnya sekarang benar-benar melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris pm inggris Boris Johnson
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top