Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diluncurkan Kemenkes, Apa Itu Formularium Fitofarmaka?

Kemenkes RI mengembangkan formularium fitofarmaka. Apa itu formularium fitofarmaka?
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  14:15 WIB
Diluncurkan Kemenkes, Apa Itu Formularium Fitofarmaka?
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemekatan ekstrak saat penelitian obat herbal untuk penyembuhan Covid-19 di Laboratoirum Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020). ANTARA - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memprioritaskan formulatorium fitofarmaka untuk mengatasi ketergantungan akan obat impor.

Fitofarmaka karena bahan baku alami untuk produk farmasi tersebar luas di Indonesia. Potensi sumber daya yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan obat tradisional dalam negeri.

Apalagi, Indonesia memiliki 28.000 spesies tumbuhan dan menjadi rumah dari 80 persen tumbuhan obat dunia di dalam 142 juta hektar hutan tropis.

Lantas, apa itu formulatorium fitofarmaka? Melansir dari laman Kemenkes pada Kamis (6/2/2022), fitofarmaka adalah obat tradisional yang dibuat dari bahan alami dengan pembuatannya terstandarisasi dan memenuhi standar ilmiah.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan fitofarmaka pada farmasi di dalam negeri, Kemenkes meluncurkan formularium fitofarmaka.

Formularium fitofarmaka merupakan pedoman bagi institusi medis dalam memilih fitofarmaka untuk keperluan medis melalui mekanisme yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per kapita.

Formularium Fitofarmaka diluncurkan oleh Kemenkes RI dalam rangkaian acara Temu Bisnis atau Business Matching (BM) Tahap III beberapa waktu lalu.

“Peningkatan Fitofarmaka sebagai salah satu unggulan produk dalam negeri merupakan rancangan yang kita tetapkan dalam menuju kemandirian pengobatan untuk masyarakat Indonesia,” terang Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono seperti dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (2/6/2022).

Adapun, Fitofarmaka telah digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19 dalam pengobatan farmakologi pasien dengan gejala ringan sesuai Pedoman Tata Laksana Klinik Covid-19 di Fasilitas Kesehatan.

Dante mengatakan obat tradisional telah dimanfaatkan secara luas pada masa pandemi Covid-19.

"Sekitar 79 persen masyarakat mengonsumsi obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Berkaitan dengan ini, Kemenkes RI menerbitkan Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/1163/2022 tentang Formularium Fitofarmaka pada tanggal 19 Mei 2022.

Fitofarmaka yang tercantum dalam Formularium Fitofarmaka diseleksi oleh Komite Nasional Penyusunan Formularium Fitofarmaka di Kementerian Kesehatan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Panitia Komite Nasional Penyusunan Formularium Fitofarmaka terdiri dari akademisi, klinisi, Kemenkes, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan kementerian atau lembaga (K/L) lainnya.

Formula Fitofarmaka

Formularium Fitofarmaka yang telah disusun berisi 5 items Fitofarmaka dengan komposisi generik yang sama, dengan 24 Fitofarmaka merupakan pemberian dari 6 bidang terapeutik (immunomodulator, tukak lambung, antidiabetes, antihipertensi, pelancar sirkulasi darah, dan meningkatkan kadar albumin).

“Item ini nanti akan masuk ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), kemudian bisa dibeli oleh BPJS Kesehatan, sehingga bisa diresepkan dalam pengobatan sehari-hari,” katanya.

Dia berharap hadirnya formularium fitofarmaka dapat mengoptimalkan pemanfaatan Fitofarmaka untuk pelayanan kesehatan dan meningkatkan ketahanan kesehatan teruma kemandirian dalam penyediaan farmasi di Tanah Air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat kemenkes obat tradisional
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top