Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes Buka Beasiswa Bagi Dokter Spesialis

Menkes menyebut program ini dilaksanakan lantaran Indonesia kekurangan dokter spesialis.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  13:42 WIB
Kemenkes Buka Beasiswa Bagi Dokter Spesialis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian Omicron terdeteksi masuk ke Indonesia - Kemenkes RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka program beasiswa Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis dan Dokter Sub Spesialis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi transformasi kesehatan nasional. Menurut Budi program ini dilaksanakan lantaran Indonesia kekurangan dokter spesialis.

"Jadi Indonesia kalau 270 juta rakyat Indonesia itu dokternya sekitar 270 ribu sekarang yang punya STR dan praktek yaitu 140 ribu kita kurangnya 130 ribu, dokternya produksi serahun cuma 12 ribu," kata Budi Gunadi dalam konferensi pers, Kamis (2/6/2022).

Budi Gunadi mengatakan dalam program ini Kemenkes bekerjasama dengan Kementerian Keuangan.

Kemenkes, kata Budi akan membuka beasiswa bagi 600 calon dokter spesialis. Sebanyak 300 diantaranya telah masuk dalam program di semester ganjil pada Januari 2022 lalu.

Sementara itu, 300 lainnya akan mulai masuk pada Agustus atau September tahun ini, atau saat semester genap.

Di sisi lain, kata Budi, Kemenkeu membuka kuota sebanyak 700 hingga 1.000 orang penerima beasiswa dokter spesialis.

"Jadi totalnya tahun ini akan ada sekitar 1.300 sampai 1.600 dan rencana kami untuk tahun depan kita mau mempercepat dan memperbanyak lagi," kata dia.

Dia mengatakan nantinya para penerima beasiswa akan diatur penempatannya untuk mengisi kekurangan dokter spesialis di daerah.

"Karena kenyataannya RSUD hampir setengahnya belum memiliki 7 dokter spesialis sesuai standar. Kemudian jenis dokter spesialisnya juga akan kita prioritaskan ke standar 7 dokter spesialis yang dibutuhkan RSUD. Dan juga pada dokter spesialis yang beban penyakitnya tinggi seperti jantung, stroke, kanker, dan ginjal," katanya.

Dia mengatakan program ini dapat diikuti baik dokter yang berstatus ASN maupun non-ASN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin kementerian kesehatan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top