Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penjelasan KBRI Soal Debit Air Sungai Aare Saat Emmeril Khan Berenang

Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad menanggapi soal debit air Sungai Aare yang disebut besar dan menyebabkan anak Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz terseret arus.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  11:25 WIB
Tangkapan layar - Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad (tengah) menyatakan bahwa Tim SAR masih akan melakukan pencarian Emmeril Khan Mumtaz pada Sabtu (28/5/2022). JIBI - Bisnis.com
Tangkapan layar - Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad (tengah) menyatakan bahwa Tim SAR masih akan melakukan pencarian Emmeril Khan Mumtaz pada Sabtu (28/5/2022). JIBI - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA- Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad menanggapi soal debit air Sungai Aare yang disebut besar dan menyebabkan anak Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz terseret arus.

Dia menampik anggapan media lokal yang menyebut bahwa debit air Sungai Aare menjadi besar lantaran Alpiq yang merupakan perusahaan milik negara Swiss di bidang listrik di Winznau mengalirkan 15 dan 25 meter kubik air per detik ke jalur lama Aare di Bendung Winznau sejak Januari 2022.

Menurut perusahaan pengadaan tersebut debit air dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya untuk pembangkit listrik tenaga air Gösgen. Adapun menurut data pemerintah Kota Bern, debit air rata-rata di Sungai Aare adalah 180-230 meter kubik per detik.

"Tidak ada rekayasa arus karena memang secara konsisten arus akan seperti itu. Perbedaan mungkin terjadi karena tergantung bagaimana di awalnya itu apakah ada tambahan hujan atau ada fenomena alamnya. Sehingga mempengaruhi debit air atau jumlah air yang menuju ke dataran yang lebih rendah," kata Muliaman Hadad dalam konferensi pers dikutip Minggu (29/5/2022).

Dia juga menegaskan arus air di Sungai Aare memang cenderung besar. Namun hal tersebut, lanjut dia, menjadi daya tarik wisatawan untuk berenang di Sungai Aare.

"Anak-anak muda loncat dari jembatan tinggi senang betul dengan arus yang deras ini. Jadi memang satu fenomena yang dimanfaatkan sebagai pusat wisata tidak hanya oleh wisatawan yang dari luar negeri dan masyarakat setempat. Tidak ada hal yang spesial dan tentu saja karena ini sudah menjadi suatu hal yang normal sehari-hari," paparnya.

Muliaman Hadad juga menyampaikan Pemerintah setempat juga telah memasang rambu-rambu di sepanjang sungai untuk keselamatan.

"Ada tambahan rambu-rambu sepanjang sungai, Pemerintah setempat memberikan rambu di mana melompat, di mana ada batu. Saya kira cukup jelas di sediakan di sepanjang sungai, Pemerintah menjaga betul topografi sungai ini saya kira memang begitu adanya," katanya.

Adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman sebelumnya mengatakan keponakannya Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril memastikan lokasi aman sebelum berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss. Anak Gubernur Jawa Baeat itu juga disebut memiliki sertifikat diving hingga mampu mengukur arus.

"Poinnya adalah secara fisik mental siap secara lokasi sudah dipastikan safety (aman) tapi mungkin ada suatu hal yang di luar ukuran manusia," kata Elpi dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat dikutip Minggu (29/5/2022).

Elpi melanjutkan menurut pihak keluarga debit air kala itu relatif lebih tinggi dibandingkan hari-hari sekarang. Sehingga kemungkinan ada hal yang tidak terduga yang membuat keponakannya hanyut terbawa arus.

"Itu mungkin ada situasi yang qadarullah di luar jangkauan manusia yang bisa diantisipasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kbri swiss ridwan kamil Emmeril Khan Mumtaz
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top