Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melihat Potensi Produk Halal Indonesia di Tengah Krisis Pangan Dunia

Wapres menilai produk makanan dan minuman halal Indonesia berpeluang mengisi pasar ekspor di tengah krisis pangan dunia
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  17:44 WIB
Wapres Ma'ruf Amin (tengah, pegang mikrofon) saat konferensi pers usai acara Peluncuran The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022 di Jakarta, Selasa (24/5/2022)  -  Aprianus Doni Tolok
Wapres Ma'ruf Amin (tengah, pegang mikrofon) saat konferensi pers usai acara Peluncuran The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022 di Jakarta, Selasa (24/5/2022) - Aprianus Doni Tolok

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden RI (Wapres) Ma'ruf Amin menilai pengembangan produk makanan dan minuman halal di Indonesia menjadi sangat berpeluang memenuhi kebutuhan ekspor dunia.

Menurutnya, krisis pangan yang tengah dialami dunia harus dimanfaatkan untuk memasarkan produk makanan dan minuman halal Indonesia yang kini semakin terstandardisasi.

"Sekarang memang lagi krisis pangan [dunia], oleh karenanya kalau kita bisa mengekspor produk-produk halal kita terutama makanan dan minuman, itu peluang besar. Sekarang jadi kesempatan," katanya dalam acara Peluncuran The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022 di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Wapres juga menyatakan bahwa stok produk makanan dan minuman halal di Indonesia terus bertumbuh dan terus ditingkatkan standardnya.

"Sebenarnya produk kita banyak. Hanya memang standardnya yang harus dikurasi untuk bisa menjadi standard bersaing ekspor," katanya.

Proses standardisasi produk tersebut, kata Wapres, kini mendapat dukungan dari sejumlah retail modern yang bernaung dibawah Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). 

Menurut Ma'ruf, produk-produk halal yang sudah dipasarkan di retail modern bisa diartikan telah terbukti kehalalannya melalui sertifikasi halal, hingga kualitasnya pun terjamin.

"Karena itu kita dorong dulu melalui upaya masuk ke retail modern, domestik dulu kemudian baru bisa diekspor," pungkas Wapres.

Potensi Produk Halal Indonesia

Dalam acara “Peluncuran The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022” Wapres Ma'ruf Amin mengapresiasi capaian Indonesia yang mampu meraih peringkat 4 Global Islamic Economy Indicator secara keseluruhan.

Menurutnya, capaian ini ditopang oleh sektor-sektor halal unggulan yang tetap tumbuh di tengah desakan pandemi.

"Salah satu yang menggembirakan adalah sektor makanan halal yang naik ke peringkat ke-2," kata Wapres.

Bahkan, sambung Wapres, terjadi peningkatan ekspor makanan halal Indonesia ke negara-negara OKI (Organisasi Kerja-sama Islam).

Sementara itu, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kemajuan pesat di sektor pangan halal yakni memiliki market size US$135 miliar, busana muslim, dan keuangan syariah.

Kemudian, dipengujung pandemi yang melanda dunia, industri halal Indonesia justru melahirkan berbagai inovasi besar.

"Inovasi - inovasi tersebut menjadi disrupsi pasar yang vital. Negara-negara yang fokus dan sungguh-sungguh dalam mencari alternatif dan peluang bisnis dikala pandemi ternyata mampu merubah peta atau lansekap dari negara negara yang selama ini menjadi champion," katanya, dikutip dari laporan State of Global Islamic Economy Report 2022. 

Oleh karenanya, Indonesia dengan kebijakan dan ekosistem halal industri mempunyai peluang besar untuk mengakselarasi produk dan jasa halal, tidak saja untuk kebutuhan nasional tetapi juga meraih peluang untuk pasar giobal.

"Hal ini sejalan dengan tekad dan kebijakan pemerintah Indonesia menetapkan pada tahun 2024 akan menjadi pusat produsen produk halal dunia. Insya Allah," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pangan sertifikasi halal produk halal wapres ma'ruf amin
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top