Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-87, Rusia Resmi Kuasai Pabrik Baja Azovstal dan Mariupol

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Mariupol dan pabrik baja telah dikuasai.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Mei 2022  |  07:42 WIB
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-87, Rusia Resmi Kuasai Pabrik Baja Azovstal dan Mariupol
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Rusia secara resmi menguasai pabrik baja Azovstal setelah kelompok terakhir tentara Ukraina yang bersembunyi di kawasaan itu menyerah sekaligus menandai berakhirnya pengepungan tiga bulan terhadap benteng terakhir para pejuang di Mariupol.

“Bangunan bawah tanah Azovstal tempat gerilyawan bersembunyi sekarang berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Rusia,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip TheGuardian.com, Minggu (22/5/2022). Disebutlan bahwa total 2.439 pejuang Ukraina telah menyerah.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Mariupol dan pabrik baja telah "dibebaskan sepenuhnya".

Saluran telegram pro-Kremlin juga merilis video bersama Sergei Volynsky, komandan unit Brigade Marinir ke-36. Dia mengatakan bahwa unitnya telah menyerah. Unit itu adalah salah satu kekuatan utama yang mempertahankan pabrik baja.

Beberapa jam sebelum pengumuman Rusia, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa para pejuang telah diberitahu oleh militer Ukraina bahwa mereka dapat keluar dan menyelamatkan hidup mereka dan kemungkinan besar semuanya akan bebas dalam beberapa hari mendatang.

Dalam video langsung yang diposting di Telegram, Denys Prokopenko, komandan resimen Azov yang memimpin pertahanan pabrik, mengatakan hanya pejuang yang tewas yang tersisa.

“Komando militer yang lebih tinggi telah memberikan perintah untuk menyelamatkan nyawa para prajurit garnisun kami dan untuk berhenti mempertahankan kota,” katanya. 

Saya sekarang berharap bahwa keluarga dan seluruh warga Ukraina dapat menguburkan pejuang mereka dengan kehormatan, katanya.

Rusia sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 900 tentara Ukraina yang berada di pabrik baja Azovstal yang dikepung Mariupol telah dikirim ke koloni penjara di wilayah yang dikuasai Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan para pejuang akan diperlakukan sesuai dengan norma-norma internasional untuk tawanan perang, meskipun beberapa politisi senior Rusia menuntut minggu ini mereka diadili dan bahkan menyerukan eksekusi.

Awal pekan ini, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan telah mendaftarkan "ratusan tawanan perang Ukraina" di pabrik Azovstal dan meminta akses segera ke mereka.

“Sesuai dengan mandat yang diberikan kepada ICRC oleh negara-negara di bawah konvensi Jenewa 1949, ICRC harus memiliki akses langsung ke semua tawanan di semua tempat di mana mereka ditahan,” kata badan kemanusiaan yang berbasis di Jenewa itu.

Dengan daerah perkotaannya yang terbentang di sepanjang garis pantai Laut Azov, kota Mariupol yang terkepung telah menjadi simbol kekerasan terburuk dalam perang agresi Rusia melawan Ukraina.

Mariupol adalah salah satu kota besar pertama yang dikepung dan dipandang sebagai salah satu tujuan utama Kremlin untuk kepentingan ekonominya dan sebagai batu loncatan dalam membangun jembatan darat dari Rusia ke Krimea yang diduduki Rusia.

Kota tersebut telah menjadi sasaran tembakan peluru Rusia, yang menargetkan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit bersalin di kota itu. Pada bulan Maret, ratusan orang diyakini tewas ketika wilayah Donetsk dibom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina

Sumber : The Guardian

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top