Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia Vs Ukraina: Andalkan Rudal, Serangan Darat Rusia Melemah?

Rusia hanya mengandalkan serangan rudal saat melakukan penyerangan ke obyek-obyek strategis milik militer Ukraina.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 15 Mei 2022  |  18:32 WIB
Sebuah tank hancur saat pertempuran pasukan Rusia dan Ukraina di wilayah Sumy - Military Land
Sebuah tank hancur saat pertempuran pasukan Rusia dan Ukraina di wilayah Sumy - Military Land

Bisnis.com, JAKARTA -- Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina yang sudah berlangsung sejak 24 Februari 2022.

Pada malam kemarin, rudal berbasis udara presisi tinggi dari Angkatan Udara Rusia menghantam dua pos komando, 11 benteng dan 4 depot senjata rudal, artileri beserta amunisi Ukraina di daerah pemukiman Zaporozhye, Paraskoviyivka, Konstantinovka dan Novomikhailovka dari Republik Rakyat Donetsk.

Sementara itu penerbangan operasional-taktis  militer menghantam 32 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina.

"Dua peluncur sistem rudal anti-pesawat S-300 dan pos radar di daerah Shpilevka di wilayah Sumy dihancurkan," papar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konshenkov, Minggu (15/5/2022).

Adapun pasukan rudal dan artileri menghantam enam pos komando, 123 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer, 13 baterai artileri Angkatan Bersenjata Ukraina dalam posisi menembak.

Menurut pihak Rusia, akibat serangan itu, hingga 150 nasionalis Ukraina hancur, 26 unit peralatan militer dinonaktifkan.

Pada malam hari, lanjut laporan tersebut, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 15 kendaraan udara tak berawak Ukraina di area pemukiman, Novotroitskoye, Vladimirovka, Petrovskoye, Luganskoye dari Republik Rakyat Donetsk, Epifanovka, Kudryashovka, Verkhnyaya Duvanka dari Republik Rakyat Luhansk, Chkalovskoe, Velikiye Prokhody , Vysshee Solenoye dari wilayah Kharkiv dan di atas Pulau Ular. 

"Rudal taktis Tochka-U dicegat di sekitar pemukiman Stepnoe, wilayah Kherson, dan 11 roket dari sistem peluncuran roket ganda Smerch," tukasnya.

Secara total, sejak awal operasi militer khusus 165 pesawat, 125 helikopter, 879 kendaraan udara tak berawak, 306 sistem rudal anti-pesawat, 3.098 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 381 peluncur roket ganda, 1.525 senjata artileri lapangan dan mortir, serta 2.934 unit kendaraan militer khusus Ukraina hancur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top