Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, 47 Persen Pemudik Belum Balik

PT Jasa Marga (Persero) mencatat telah ada 1 juta kendaraan pemudik yang kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 3 Mei-7 Mei 2022.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 08 Mei 2022  |  15:21 WIB
Kepadatan kendaraan pemudik akibat pertemuan off ramp arah Cikampek Jalan Tol Layang MBZ dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah KM 48 di Karawang, Jawa Barat, Rabu (27/4/2022). Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat pada H-5 Idul Fitri 1443 H, terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 98 persen dari rata-rata harian dan akan diberlakukan rekayasa lalu lintas yakni sistem ganjil genap serta jalur satu arah dari tol Cikampek KM 47 hingga Gerbang Tol Kalikangkung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A - YU
Kepadatan kendaraan pemudik akibat pertemuan off ramp arah Cikampek Jalan Tol Layang MBZ dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah KM 48 di Karawang, Jawa Barat, Rabu (27/4/2022). Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat pada H-5 Idul Fitri 1443 H, terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 98 persen dari rata-rata harian dan akan diberlakukan rekayasa lalu lintas yakni sistem ganjil genap serta jalur satu arah dari tol Cikampek KM 47 hingga Gerbang Tol Kalikangkung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A - YU

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) mencatat telah ada 1 juta kendaraan pemudik yang kembali ke wilayah Jabotabek selama periode arus balik pada 3 Mei - 7 Mei 2022. Diperkirakan masih terdapat 47 persen kendaraan pemudik yang belum kembali.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan total volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek naik 58 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal periode November 2021 dengan total 680.916 kendaraan.

Heru menjelaskan bahwa pada periode pada 3 Mei-7 Mei 2022, pihaknya mencatat 47 persen atau sebanyak 990.000 kendaraan belum kembali ke Jabotabek. Angka tersebut merupakan angka realisasi kendaraan yang kembali ke Jabotabek yang dibandingkan dengan kendaraan meninggalkan Jabotabek periode H-10 sampai dengan H1 Lebaran.

“Kami mencatat total 2 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 sampai dengan H1, atau pada 22 April-2 Mei 2022. Hingga kemarin, kami mencatat sekitar 1 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek, yang berarti masih ada sekitar 47 persen atau 990.000 endaraan yang belum kembali,” kata Heru dalam keterangan resminya, Minggu (8/5/2022).

Untuk distribusi lalu lintas masuk Jabotabek dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 637.256 kendaraan atau 59,25 persen dari arah Trans Jawa dan Bandung, 232.914 kendaraan atau 21,66 persen dari arah Merak, dan 205.348 kendaraan atau 19,09 persen dari arah Selatan Puncak.

Lalu lintas kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek tercatat dengan jumlah 405.393 kendaraan atau meningkat sebesar 155,5 persen jika dibandingkan dengan dari lalu lintas normal.

Sementara itu, lalu lintas dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang berjumlah 231.863 kendaraan, meningkat sebesar 60 persen jika dibandingkan dengan dari lalu lintas normal. Dengan demikian, total lalu lintas kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 637.256 kendaraan atau naik sebesar 109,9 persen dari lalu lintas normal.

Adapun, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 232.914 kendaraan atau meningkat sebesar 2,93 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal.

Jumlah kendaraan yang menuju Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 205.348 kendaraan atau mengalami peningkatan 36 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga Mudik Lebaran Arus Balik
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top