Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Kekayaan Ade Yasin, Bupati Bogor yang Kena OTT KPK

Harta kekayaan Bupati Bogor sempat mengalami penurunan usai maju Pilkada beberapa waktu lalu.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 April 2022  |  11:34 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman saat mengadakan pertemuan di Puncak Pas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). - Antara\r\n\r\n
Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman saat mengadakan pertemuan di Puncak Pas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade Yasin merupakan adik dari eks Bupati Bogor Rahmat Yasin yang juga ditangkap KPK karena kasus korupsi.

Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Ade melaporkan hartanya pada 5 Januari 2018 sebagai syarat mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Bogor. Di situ tertulis hartanya Rp4,71 miliar.

Setelah menjadi Bupati Bogor, kekayaan Ade menyusut menjadi Rp3,76 miliar berdasarkan tanggal lapor 31 Desember 2019.

Harta politisi PPP ini lalu mulai beranjak naik. Berdasarkan tanggal lapor 31 Desember 2020, kekayaan Ade Rp4,11 miliar. Ade masih belum melaporkan harta untuk 2021.

Berdasarkan rinciannya, Ade memiliki tanah dan bangunan Rp2,29 miliar. Lalu, alat transportasi dan mesin Rp635 juta.

Harta bergerak lainnya Ade sebesar Rp600 juta, kas dan setara kas Rp726 juta dengan utang Rp140 juta. Dijumlah, hartanya Rp4,11 miliar.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengiyakan lembaganya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin dan beberapa pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat.

“Benar, tadi malam sampai Rabu (27/4/2022) pagi KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat. Di antaranya Bupati Kabupaten Bogor, beberapa pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat, dan pihak terkait lainnya,” katanya kepada wartawan.

Ali menjelaskan bahwa kegiatan tangkap tangan tersebut dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.

Saat ini, lembaga antirasuah masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan dalam waktu 1×24 jam.

“KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan dimaksud. Perkembangannya akan disampaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi Ade Yasin
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top