Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-57:  Situasi Mariupol Memburuk dan Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua

Rusia mengatakan telah meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua Sarmat, ini juga berkaitan dengan persenjataan nuklirnya.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 21 April 2022  |  14:41 WIB
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina akan hari ke-57 sejak awal invasi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan situasi Mariupol lebih buruk dari kondisi saat Borodynka.

Pasalnya, sekitar 1.000 warga sipil yang tersisa terjebak di pabrik baja Azovstal dengan pejuang yang kalah jumlah. Zelensky juga mengatakan sekitar 120.000 orang ditahan di Mariupol.

Dengan demikian, Ukraina siap untuk menawarkan pembicaraan tanpa syarat tentang Mariupol. Negosiator kunci Ukraina itu adalah David Arakhamia, ia mengatakan bahwa dirinya dan Podolyak siap tiba di Mariupol untuk mengadakan pembicaraan untuk evakuasi garnisun militer langsung kepada Rusia di Mariupol.

Simak rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-57 yang dirangkum The Guardian pada Kamis (21/4/2022):

Sekutu Putin di Mariupol Yakin Rusia Dapat Mengendalikan Situasi Disana

Sekutu Vladimir Putin di Mariupol, Ramzan Kadyrov mengatakan dia yakin pasukan Rusia akan mengendalikan sepenuhnya pabrik baja Azovstal di Mariupol “sebelum waktu makan siang, atau setelah makan siang” pada hari Kamis.

Angkat Kaki Menkeu Inggris, AS, Kanada dan Prancis di G20

Menteri keuangan dari Inggris, AS, Kanada dan Prancis keluar dari pertemuan G20 hari Rabu saat perwakilan Rusia berbicara. Hal ini terjadi akibat saat ini Rusia masih melakukan invasi di Ukraina

Serangan Siber Rusia Akan Diluncurkan

Intelijen “Five Eyes” AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru memperingatkan bahwa saat ini Rusia siap untuk meluncurkan serangan siber yang kuat terhadap saingan yang mendukung Ukraina. 

Permintaan Ukraina Untuk Pengiriman Gas Alam

Ukraina bekerja untuk meyakinkan sekutu barat agar mengalihkan pengiriman gas alam Rusia dari pipa Nord Stream 1 ke pipa Ukraina. 

Italia Siap Melepaskan Diri Dari Gas Rusia

Dalam sebuah wawancara dengan Corriere della Sera, Perdana Menteri Italia, Mario Draghi. Italia telah menandatangani kesepakatan dengan Angola untuk meningkatkan pasokan gas dalam upaya untuk melepaskan diri dari gas Rusia. 

“Kami tidak ingin bergantung pada gas Rusia lagi, karena ketergantungan ekonomi tidak boleh menjadi subjek politik.” Ujarnya

Bantuan Militer Jerman ke Ukraina

Jerman telah membela diri terhadap kritik atas keterlambatannya dalam mengizinkan pengiriman senjata berat ke Ukraina. Surat kabar Bild melaporkan pemerintah menjatuhkan kendaraan lapis baja dan tank dari daftar yang ditawarkan oleh produsen senjata Jerman untuk tersedia di Ukraina.

Zelensky: Tetap Hati-Hati

Zelensky berbicara tentang optimisme hati-hati bahwa Ukraina sekarang lebih memahami kebutuhan negaranya, hal ini mengacu pada penyediaan senjata dan sanksi intensif terhadap Rusia.

Langkah Cepat Ukraina Gabung Uni Eropa

Ukraina dapat mengembangkan "kecepatan maksimum" dalam bergabung dengan UE , Zelensky mengatakan dalam pidato nasional pada Rabu malam setelah bertemu dengan presiden Dewan Eropa, Charles Michel dan ia menyebut ini sebagai momen bersejarah.

Uji Coba Senjata Rudal Balistik Antarbenua Rusia

Rusia mengatakan telah meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua Sarmat, ini merupakan angin segar dalam persenjataan nuklirnya. Lalu, disisi lain Pentagon mengatakan tes itu rutin dan tidak dianggap sebagai ancaman.

PM Inggris Menyamakan Putin Seperti Buaya

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyamakan Vladimir Putin  sama dengan buaya, dia tidak optimis saat mengatakan pemimpin Rusia dapat dinegosiasikan. 

“Bagaimana Anda bisa bernegosiasi dengan buaya ketika kaki Anda berada di rahangnya, itulah kesulitan yang dihadapi orang Ukraina. Sangat sulit untuk melihat bagaimana Ukraina dapat bernegosiasi dengan Putin sekarang, mengingat kurangnya itikad baik yang nyata.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top