Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekerja Migran Indonesia Berkontribusi Bagi Malaysia, Jokowi: Wajib Dapat Perlindungan

Presiden Joko Widodo menyatakan pekerja migran Indonesia di Malaysia wajib untuk mendapatkan hak dan perlindungan maksimal karena selama ini berkontribusi besar terhadap pembangunan Malaysia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 April 2022  |  16:50 WIB
Petugas perlindungan tenaga kerja (kanan) mendampingi sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Sabtu (7/3/2020). Otoritas imigrasi Malaysia mendeportasi 30 pekerja migran Indonesia yang sudah menyelesaikan masa hukumannya dan ditahan di kamp orang asing Machap Umboo Melaka, kembali ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai. ANTARA FOTO - Aswaddy Hamid
Petugas perlindungan tenaga kerja (kanan) mendampingi sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Sabtu (7/3/2020). Otoritas imigrasi Malaysia mendeportasi 30 pekerja migran Indonesia yang sudah menyelesaikan masa hukumannya dan ditahan di kamp orang asing Machap Umboo Melaka, kembali ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai. ANTARA FOTO - Aswaddy Hamid

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia wajib untuk mendapatkan hak dan perlindungan maksimal. Penyebabnya, Jokowi menegaskan bahwa selama ini kehadiran PMI sudah berkontribusi besar terhadap pembangunan di negara jiran tersebut.

"Pekerja migran Indonesia telah berkontribusi banyak bagi pembangunan ekonomi di Malaysia. Sudah sewajarnya mereka mendapatkan hak dan perlindungan yang maksimal," katanya melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/4/2022).

Sekadar informasi, hak dan perlindungan atas PMI telah disepakati melalui penandatanganan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik di Malaysia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Seri M. Saravanan. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob.

MoU tersebut antara lain akan mengatur penggunaan on channel system bagi seluruh proses penempatan, pemantauan, dan kepulangan Pekerja Migran Indonesia sehingga dapat terpantau dengan baik.

Jokowi melanjutkan, dengan kehadiran PM Sabri, dirinya meyakini MoU tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

“Saya pun tidak ingin MoU ini hanya berhenti di atas kertas saja. Semua pihak harus menjalankan MoU ini dengan baik,” katanya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga berharap kerja sama serupa dapat dilanjutkan di sektor lain antara lain perladangan, pertanian, manufaktur dan jasa. Bahkan, di kasus kriminal seperti penyelundupan orang.

“Selain itu, kita juga masih melihat maraknya kasus penyelundupan orang, sehingga kita sepakat untuk mulai membahas kerja sama penanganan penyelundupan orang termasuk di penegakkan hukumnya," tambahnya.

Sekadar informasi, hari ini merupakan kunjungan kedua Ismail Sabri ke Indonesia, sejak dilantik sebagai perdana menteri, pada Agustus 2021. 

Dipantau melalui tayangan video, dengan penuh kehangatan Presiden Jokowi menyambut kedatangan tamunya di teras kanan Gedung Istana Merdeka. Setelah berbincang sejenak, Jokowi mengajak tamunya menuju Ruang Kredensial Istana Merdeka untuk melakukan sesi foto bersama dan penandatanganan Buku Tamu.

Hal lain yang dibahas kedua pemimpin negara, yakni bahas kembali mengenai pentingnya penyelesaian negosiasi batas maritim dan batas darat. Dengan sudah mulai dibukanya perbatasan kedua negara, Jokowi menilai sudah saatnya negosiasi ini diintensifkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pekerja Migran Indonesia
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top