Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 1-14 Maret 2022, Wilayah Level 3 Bertambah Drastis!

Jumlah wilayah PPKM level 3 meningkat dari 118 kab/kota menjadi 320 kab/kota. Jumlah wilayah dengan PPKM level 1 masih stagnan, sedangkan wilayah dengan PPKM level 2 tercatat turun.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  19:27 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 - Antara
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah kembali memutuskan memperpanjang periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar wilayah Jawa-Bali untuk periode 1-14 Maret 2022.

Menteri Koordinator Perekonomian RI sekaligus Ketua KPCPEN dan Koordinator PPKM untuk wilayah luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil penilaian beberapa indikator tren lonjakan pandemi Covid-19 dan Level Asesmen Situasi Pandemi.

"Kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali masih mengalami kenaikan dan kini berkontribusi 31,7 persen dari kasus nasional, atau 183.448 kasus. Pemerintah bersama Pemda masih akan memonitor langkah-langkah untuk mitigasi dan antisipasi," ujarnya dalam dalam Konferensi Pers PPKM secara virtual, Minggu (27/2/2022).

Secara umum, wilayah dengan PPKM level 1 di wilayah luar Jawa-Bali masih stagnan dengan 63 kabupaten/kota. Adapun, jumlah wilayah PPKM level 2 turun dari 205 kab/kota menjadi 63 kab/kota, sementara wilayah PPKM level 3 meningkat dari 118 kab/kota ke 320 kab/kota.

Sementara untuk hasil asesemen PPKM terbaru per 27 Februari 2022, jumlah wilayah dengan PPKM level asesemen 4 ada 58 kab/kota, level asesemen 3 ada di 214 kab/kota, level asesemen 2 sebanyak 111 kab/kota, dan level asesemen 1 ada di 3 kab/kota.

Pemerintah menyoroti angka reproduksi kasus efektif (Re/Rt) di luar Jawa-Bali yang masih belum menurun, yaitu Sulawesi 1,19 poin, Sumatra 1,17 poin, dan Kalimantan 1,17 poin. Artinya, satu orang terinfeksi setidaknya masih berpeluang menularkan virus ke satu orang lain.

Adapun, terkait bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit, pemerintah menyoroti Sumatra Utara dengan 23.563 kasus aktif memiliki BOR 35 persen dengan konversi 20 persen, Kalimantan Timur dengan 19.573 kasus aktif memiliki BOR 41 persen dengan konversi 24 persen, Sulawesi Selatan dengan 18.954 kasus aktif memiliki BOR 29 persen dengan konversi 23 persen.

"Namun, secara keseluruhan BOR di luar Jawa-Bali masih di bawah 30 persen atau masih di bawah BOR nasional yang mencapai 36 persen," tambahnya.

Airlangga mengungkap beberapa provinsi yang telah melewati puncak kasus, yaitu Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatra Selatan. Sementara itu, yang masih akan menuju tren puncak, yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, dan Riau.

Terakhir, data kapasitas isolasi terpusat di luar Jawa-Bali masih tersedia 35.276 tempat menjadi 48.799 tempat, dengan penggunaan saat ini 2.983 pasien atau terbilang masih rendah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 PPKM PPKM Level 3
Editor : Dwi Nicken Tari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top