Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Airlangga Hartarto dan Cak Imin Bicara Soal Jabatan Presiden

Wacana perpanjangan jabatan presiden kembalai ramai usai dua elit politik pendukung pemerintah melontarkan hal itu ke publik.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  07:43 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga pagi bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Keduanya berjalan kaki di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu pagi, 25 September 2021. - Twitter @airlangga_hrt
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga pagi bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Keduanya berjalan kaki di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu pagi, 25 September 2021. - Twitter @airlangga_hrt

Bisnis.com, JAKARTA -- Wacana perpanjangan jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali muncul. Menariknya, wacana ini disampaikan oleh elit partai politik pendukung pemerintah.

Sontak rencana itu langsung membuat gerah lawan politik pemerintah. Partai Demokrat yang paling kencang. Melalui salah satu politikusnya, Andi Arief, Demokrat bahkan menuding Jokowi sebagai dalang dibalik rencana tersebut.

Adapun elit partai yang secara terbuka mendukung perpanjangan jabatan antara lain Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hingga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Kendati bukan wacana baru, fenomena dukungan perpanjangan jabatan tersebut tetap menarik untuk diulas, apalagi yang menyampaikan dukungan adalah elit partai secara langsung.

Dua elit tersebut kalau dirunut sebenarnya juga memiliki ambisi untuk maju dalam Pilpres 2024.

Alasan Cak Imin

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengusulkan agar Pemilu Serentak 2024 diundur 1-2 tahun ke depan.
 
Wakil Ketua DPR tersebut mengemukakan alasan dirinya mengusulkan Pemilu Serentak 2024 itu diundur karena pertimbangan ekonomi. Menurut Muhaimin, dirinya telah mendengarkan masukan dari para pelaku UMKM dan analis ekonomi pada hari ini Rabu (23/2) di Ruang Delegasi Gedung DPR.
 
"Dari seluruh masukkan itu saya juga mengusulkan pemilu tahun 2024 itu ditunda satu atau dua tahun. Agar momentum perbaikan ekonomi saat ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi pembekuan ekonomi untuk mengganti stagnasi selama dua tahun masa pandemi,” tuturnya, Rabu (23/2).
 
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan bahwa nantinya banyak momentum ekonomi untuk recovery terhadap dua tahun Pandemi yang tidak efisien, bahkan seharusnya, kata Cak Imin, sejak 2021 telah dilakukan restarting ekonomi yang cukup baik. 
 
“Mereka menyatakan bahwa 2022-2023 akan ada tren momentum-momentum perbaikan yang cukup dahsyat dan akan ada peluang untuk bangkit lebih baik dibanding negara-negara mana pun,” katanya.

Airlangga

Wacana tiga periode untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terlontar dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Pernyataan itu diungkapkan ketika Airlangga Hartarto menerima aspirasi dari masyarakat petani di daerah tersebut. 

Dalam sesi tanya jawab, para petani di Kampung Libo Jaya, Kandis, Kabupaten Siak menyatakan ingin adanya keberlanjutan pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo, karena kebijakannya yang telah meningkatkan harkat hidup petani sawit.
“Aspirasinya kami tangkap  tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada aspirasi  kebijakan yang sama bisa terus berjalan. Tentu permintaan ini, yang menjawab bukan Menko, karena Menko tadi menjawab urusan  sawit,” kata Airlangga. 
Namun, Airlangga mengakui bahwa ia juga Ketua Umum Partai Golkar yang harus siap menerima aspirasi itu. 
“Karena kita punya topi dari parpol, dan hadir di sini anggota DPR RI, oleh karena itu aspirasi masyarakat dari Kabupaten Siak, terutama para pekebun dan petani kami serap. Karena kami ketua umum parpol memang  tugasnya menyerap aspirasi rakyat,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu. 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi partai demokrat
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top