Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Vladimir Putin: Bekas Telik Sandi, Gagas Invasi ke Ukraina

Vladimir Putin adalah penguasa Rusia selama lebih dari dua dekade. Dia terlibat dalam beberapa peperangan mulai dari pemadaman pemberontakan Chechnya, Ossetia Selatan, hingga invasi ke Ukraina.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  11:50 WIB
Vladimir Putin - Ilustrasi
Vladimir Putin - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Tensi antara Rusia dan Ukraina yang didukung negara barat semakin memanas. Rusia bahkan telah memberikan lampu hijau kepada militernya untuk melakukan operasi militer ke Ukraina.

Pihak barat menuding Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sosok yang paling bertanggungjawab atas ketidakstabilan yang terjadi antara dua negara bekas Uni Soviet tersebut.

Sebaliknya, Putin berdalih bahwa langkah pengerahan pasukan ke Ukraina adalah untuk menjaga kepentingan Rusia dari sikap agresi negara-negara peneandatangan pakta pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Terlepas dari siapa yang benar, sejak awal Presiden Putin adalah orang yang paling berpengaruh di balik ketegangan yang terjadi di kawasan Eropa Timur.

Dialah yang memulai pengerahkan pasukan di perbatasan Ukraina dan yang terakhir memberikan lampu hijau ke militernya untuk melakukan operasi ke wilayah Ukraina.

Sosok Putin 

Vladimir Putin lahir di Leningrad (St Petersburg), Uni Soviet pada tanggal 7 Oktober 1952.  Nama lengkapnya adalah Vladimir Vladimirovich Putin.

Putin sebenarnya bukan orang baru dalam percaturan politik di Eropa Timur. Ketika perang Dingin masih berkecamuk, Putin tercatat sebagai anggota KGB atau Organisasi Intelijen Rusia. 

Dalam catatan Bisnis, Putin adalah salah satu agen KGB yang masih bertahan ketika unifikasi Jerman mulai berlangsung pada awal dekade 1990-an lalu.

Kiprah Putin dalam politik Rusia tercatat beberapa tahun usai Uni Soviet Runtuh. Putin, tercatat pernah bertugas di sebuah komite Saint Petersburg. 

Putin mulai masuk ke lingkaran Moskow pada tahun 1996. Saat itu dia diminta untuk bertugas di kedeputian Departemen Manajemen Properti Presidensial. 

Karir Putin semakin melejit usai dia ditunjuk sebagai Perdana Menteri mendampingi Presiden Rusia Boris Yeltsin pada tahun 1999.

Sejak saat itu, nama Putin begitu lekat dengan politik Rusia. Apalagi pada tahun 2000 Putin berhasil menggeser Yeltsin dan menjadi Presiden Rusia pada tahun 2000 hingga 2008, kemudian menjadi perdana menteri dan Presiden lagi hingga kini.

Selama pemerintahannya, Putin memang sering membuat banyak kontroversi mulai dari pemadaman perang di Chechnya, perang lima hari di Ossetia Selatan dengan Georgia, aneksasi Krimea, hingga operasi militer di wilayah Donbass, Ukraina yang dimulai hari ini.

Tugas Presiden Rusia 

Kedudukan Putin sebagai Presiden Rusia menjadikannya sebagai salah satu orang berpengaruh di kawasan. Rusia adalah salah satu pemegang veto sekaligus pemilik hulu ledak nuklir paling banyak di dunia.

Sebagai Presiden, Putin bertugas sebagai  kepala negara dan penjamin Konstitusi dan hak asasi manusia dan sipil dan kebebasan.

Mengutip situs resmi Kremlin, Putin dipilih untuk masa jabatan 6 tahun oleh warga Federasi Rusia berdasarkan hak pilih yang universal, setara dan langsung melalui pemungutan suara rahasia.

Adapun wewenang dan tugas presiden beserta status presiden Federasi Rusia didefinisikan dalam beberapa bab Konstitusi.

Pertama, presiden adalah kepala negara dan penjamin konstitusi dan hak-hak sipil dan manusia, dan kebebasan. Dia akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan Federasi Rusia, kemerdekaan dan integritasnya, dan untuk memastikan fungsi dan interaksi bersama dari semua badan kekuasaan negara.

Kedua, presiden menetapkan pedoman kebijakan dalam negeri dasar negara. Ketiga, presiden menetapkan pedoman politik luar negeri dasar negara. Keempat, presiden adalah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

Kelima, presiden akan menyelesaikan masalah kewarganegaraan Federasi Rusia penghargaan dekorasi negara, dan memberikan pengampunan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top