Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hong Kong Bakal Wajibkan Pemeriksaan Covid-19 pada Seluruh Warganya

Hong Kong mewajibkan pengujian Covid-19 terhadap seluruh warganya yang berjumlah 7,5 juta orang pada bulan Maret setelah wilayah kota itu bergulat dengan wabah terburuk akibat varian Omicron.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  17:31 WIB
Hong Kong
Hong Kong

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong mewajibkan pengujian Covid-19 terhadap seluruh warganya yang berjumlah 7,5 juta orang pada bulan Maret setelah wilayah kota itu bergulat dengan wabah terburuk akibat varian Omicron.

Populasi akan diuji tiga kali pada bulan Maret, kata Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam seperti dikutip CNBC.com, Rabu (23/2.2022). Dia mengatakan kapasitas pengujian akan ditingkatkan menjadi 1 juta per hari atau lebih.

“Karena kami memiliki populasi sekitar 7 juta orang maka pengujian akan memakan waktu sekitar tujuh hari,” katanya.

Hong Kong melaporkan sekitar 5.000 infeksi harian baru sejak 15 Februari dan kasus-kasus yang mengancam akan membanjiri sistem perawatan kesehatannya. Sejak lonjakan saat ini dimulai pada awal tahun, kota ini telah mencatat hampir 54.000 kasus dan 145 kematian.

Perintah untuk pengujian di seluruh kota datang setelah otoritas China daratan mengirim ahli epidemiologi, petugas kesehatan, dan sumber daya medis lainnya pekan lalu untuk membantu mengatasi wabah di kota semi-otonom itu.

Hong Kong sebagian besar telah menyelaraskan dirinya dengan kebijakan "nol-Covid-19" di China daratan. Tujuannya untuk sepenuhnya membasmi wabah, bahkan ketika banyak negara lain mengubah pendekatan mereka untuk hidup dengan virus.

Penguncian seluruh kota telah diberlakukan di sejumlah wilayah daratan, tetapi Lam mengatakan tidak ada tindakan seperti itu saat ini sedang dipertimbangkan di Hong Kong karena "tidak realistis."

Dia juga membantah bahwa pemerintah pusat China memberikan instruksi ke Hong Kong tentang cara menangani epidemi.

“Saya tegaskan kembali bahwa pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan instruksi apapun tentang kerja anti-epidemi kami,” katanya.

Menurutnya, pemerintah pusat akan menawarkan dukungan sesuai kebutuhan atau atas permintaan pihaknya, tetapi tentu saja pihaknya akan selalu bertukar pandangan.

Strategi "nol-Covid-19" berarti bahwa otoritas Hong Kong sering mengambil tindakan seperti mengunci kawasan perumahan untuk pengujian massal ketika kasus positif terdeteksi, memberlakukan persyaratan karantina yang ketat pada pelancong dan memerintahkan penutupan bisnis.

Lam mengakui pada hari Selasa bahwa fasilitas isolasi kota sangat tidak memadai" dan pihaknya bekerja sangat keras dengan dukungan penuh dari otoritas pusat untuk membangun lebih banyak fasilitas kesehatan.

Kebijakan jarak sosial saat ini, seperti larangan makan di restoran setelah jam 6 sore dan penutupan bisnis seperti pusat kebugaran dan bar, akan diperpanjang hingga 20 April.

“Ini bukan kabar baik bagi sektor-sektor yang terkena dampak, tetapi sebenarnya pada tahap pandemi ini kami tidak punya pilihan selain mengambil tindakan ini,” kata Lam.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong Covid-19
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top