Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abaikan Negara Barat, Putin Akui Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan mengakui daerah pemberontak yang memisahkan diri di timur Ukraina sebagai negara merdeka.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  08:36 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021. - Antara/Reuters\r\n
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Dalah sebuah langkah kontroversi, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan mengakui daerah pemberontak yang memisahkan diri di timur Ukraina sebagai negara merdeka.

Kedua daerah itu, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang dideklarasikan sendiri adalah rumah bagi pemberontak yang didukung Rusia yang telah memerangi pasukan Ukraina sejak 2014.

Langkah Rusia kemungkinan akan mengakhiri pembicaraan damai di kawasan itu, yang telah berada di bawah gencatan senjata yang lemah selama bertahun-tahun.

Kekuatan Barat juga khawatir hal itu dapat membuka jalan bagi pasukan militer Rusia untuk memasuki wilayah timur Ukraina.

Tak lama setelah pengumuman itu, Putin menandatangani perintah bagi pasukan untuk melakukan "fungsi penjaga perdamaian" di kedua wilayah.

Sejauh mana misi tersebut masih belum jelas, tetapi jika pasukan melintasi perbatasan maka langkah itu akan menjadi pertama kalinya tentara Rusia secara resmi memasuki wilayah yang dikuasai pemberontak.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan langkah itu merupakan "pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas Ukraina" dan melanggar hukum internasional. Dia mengatakan langkah tersebut sebagai "pertanda yang sangat buruk dan tanda yang sangat gelap".

Menteri Luar Negeri Liz Truss mengatakan Inggris akan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada hari ini, Selasa (22/2/2022).

“Persatuan, ketegasan dan dengan tekad dalam solidaritas untuk Ukraina," ujarnya sepeti dikutip BBC.com, Selasa (22/2/2022).

Langkah itu juga memperdalam krisis yang sedang berlangsung di Ukraina, yang dikelilingi oleh lebih dari 150.000 tentara Rusia di perbatasannya. Rusia menyatakan tidak berencana untuk menyerang, tetapi AS yakin bahwa Putin sedang mempersiapkan serangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, paspor Rusia telah diberikan kepada sejumlah besar orang di Donetsk dan Luhansk. Sekutu Barat khawatir Rusia sekarang dapat memindahkan unit militer ke daerah yang dikuasai pemberontak dengan kedok melindungi warganya.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg memperingatkan: "Moskow terus menyulut konflik di Ukraina timur dengan memberikan dukungan keuangan dan militer kepada para separatis. Moskow juga mencoba membuat dalih untuk menyerang Ukraina sekali lagi."

Berbicara dalam pidato nasional yang disiarkan televisi segera setelah pengumuman itu, Putin mengatakan Ukraina modern telah "diciptakan" oleh Soviet Rusia dengan menyebut negara itu sebagai "tanah Rusia kuno".

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top