Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memilukan, Ini Kata Terakhir Rayan Bocah Maroko yang Jatuh ke Sumur Sebelum Meninggal

Petugas penyelamat kesulitan untuk menyelamatkan Rayan karena diameter lubang sumur yang hanya sebesar 45 cm.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 Februari 2022  |  17:11 WIB
Memilukan, Ini Kata Terakhir Rayan Bocah Maroko yang Jatuh ke Sumur Sebelum Meninggal
Aksi penyelamatan Rayan yang terjebak dalam sumur di Maroko / reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kisah pilu, seorang bocah berusia 5 tahun bernama Rayyan yang terjebak di dalam sumur sedalam 32 meter selama kurang lebih 4 hari di Maroko menyita perhatian dunia. Meski telah berhasil dievakuasi, tapi Rayan dikabarkan telah meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ternyata Rayan sempat menyampaikan kata-kata terakhirnya. “Angkat aku,” itulah kata terakhir yang terdengar dari bocah 5 tahun yang terperangkap dalam sumur di Maroko. Sambil menangis, dia meminta tolong untuk diselamatkan.

Menurut NZ Herald, pada 1 Februari 2022, Rayan Awram jatuh ke dalam sumur setinggi 32 meter. Tak ada yang tahu Rayan jatuh hingga akhirnya terdengar suara tangisan yang teredam karena dalamnya sumur. Keluarga yang menyadarinya kemudian menggunakan lampu kamera ponsel untuk mengecek apakah ada orang di dalam sumur tersebut.

Petugas penyelamat dikerahkan, tapi harus menghadapi kesulitan karena diameter lubang yang hanya sebesar 45 cm.

Sebuah kamera yang dimasukkan ke dalam sumur di mana Rayan terjebak telah menunjukkan dia dari belakang dan berbaring miring, kata Abdelhadi Tamrani, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Melansir dari Aljazeera, Imad Fahmy, seorang relawan Red Crescent berhasil berkomunikasi dengan anak yang responsif. "Saya menunggu beberapa menit dan melihat dia mulai menggunakan oksigen," katanya.

Tim penyelamat dapat memberi makan Rayan dan memberinya oksigen melalui lubang di sumur dan memperkenalkan kamera untuk memantau kemajuannya.

Namun, upaya untuk memperluas sumur untuk mencapai bocah itu tidak membuahkan hasil dan penyelamat memilih menggunakan penggali untuk melebarkan tanah di sampingnya.

Spesialis resusitasi pun dikerahkan memasuki terowongan bersama kru penyelamat di tengah kekhawatiran bahwa Rayan membutuhkan perawatan medis yang berpotensi menyelamatkan jiwa.

Tim penyelamat terus bergerak siang dan malam tapi harus berhati-hati karena takut memicu tanah longsor. Mengingat, kondisi sekitar berupa tanah merah.

Para warga sekitar dan lainnya berkumpul di sekitar lokasi. Mereka melantunkan doa agar bocah tersebut dapat selamat. Pada rekaman hari Minggu menunjukkan Rayan tengah dibawa keluar dari terowongan yang dibangun penyelamat untuk mencapainya.

Namun, Raja Maroko, Mohammed VI membenarkan bocah itu telah dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Mohammed VI memberikan ucapan bela sungkawa kepada orang tua Rayan melalui telepon.

"Menyusul kecelakaan tragis yang merenggut nyawa anak Rayan Oram, Yang Mulia Raja Mohammed VI menelepon orang tua anak laki-laki yang meninggal setelah jatuh dari sumur," kata pernyataan resmi tersebut.

Sementara itu, ayah Rayan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan mendoakan.

"Saya terus berharap anak saya keluar dari sumur hidup-hidup. Saya berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dan mereka yang mendukung kami di Maroko dan di tempat lain,” kata sang ayah, Khaled Oram.

Tagar #SaveRayan menjadi tren di dunia Twitter. Warganet mendoakan dan memberikan penghormatan kepada tim penyelamat yang sudah berusaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumur maroko
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top