Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pejabat Pajak Libatkan Anak & Istri 'Cuci Uang' Hasil Kejahatan

Wawan melibatkan anak istrinya untuk menyamarkan uang hasil kejahatannya
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  14:27 WIB
Ilustrasi - Luwuraya
Ilustrasi - Luwuraya

Bisnis.com, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa eks Kabid Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra Wawan Ridwan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menariknya, Wawan melibatkan anak istrinya untuk menyamarkan uang hasil kejahatannya.

Berdasarkan surat dakwaan KPK, Wawan selama menjadi pemeriksa pajak madya di Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan tahun 2014 sampai 2019 menerima suap berupa uang dari para wajib pajak.

“Terkait dengan pemeriksaan wajib pajak oleh terdakwa I [Wawan] selaku Pemeriksa Pajak Madya pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak sejumlah SGD606.250,” tulis surat dakwaan.

Wawan kemudian menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya dari suap tersebut. Pertama, dia membeli Mobil Honda Jazz dengan nilai Rp262,5 juta.

“Untuk pembelian tersebut dilakukan oleh anak terdakwa I yang bernama Feyzra Akmal Maulana, namun pembayarannya dilakukan oleh terdakwa I,” jelas surat dakwaan.

Lalu, Wawan membeli tanah beserta bangunan di Sekeloa Kota Bandung dengan luas 101 m2 dengan harga Rp2,8 miliar.

Wawan juga membeli rumah di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dengan harga Rp1,3 miliar. Meski dibayar sendiri, penandatanganan akta jual beli dilakukan oleh anaknya, yaitu Feyzra Akmal Maulana.

Selanjutnya, Wawan membeli tanah di Desa Muaraciujung Timur, Lebak. Harganya Rp252,45 juta melalui perantara bernama Dodi Wahyono.

Pada 2020 Wawan kembali membeli mobil Honda CRV Turbo 1.5 Prestige Warna Crystal Black Pearl sebesar Rp509,3 juta.

“Bahwa pembayaran pembelian mobil tersebut dilakukan oleh terdakwa I maupun Umi Hartati, istri terdakwa I dengan cara setor tunai,” tulis surat dakwaan.

Perbuatan Wawan merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK pencucian uang
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top