Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prabowo Optimistis RI akan Punya Kekuatan Militer Terkuat di Asia Tenggara

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku optimistis Indonesia akan memiliki kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  17:16 WIB
Prabowo Optimistis RI akan Punya Kekuatan Militer Terkuat di Asia Tenggara
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja antara Komisi I DPR dengan Pemerintah di Kompleks Parlemen, Senin (11/11/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menilai Indonesia mampu memiliki 50 kapal perang siap tempur untuk memperkuat militer Indonesia hingga menjadi yang terkuat di Asia Tenggara.

"InsyaAllah dalam waktu yang bisa kelihatan bahwa TNI akan menjadi [yang] terkuat di Asia Tenggara. Angkatan Laut kita kembali jaya di samudra. Saya telah laporkan ke presiden, ke kabinet, bahwa dalam 24 bulan kita akan punya mungkin sampai dengan 50 kapal perang yang siap tempur," kata Prabowo saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2022)

Prabowo mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui dan mendukung alokasi anggaran untuk militer yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Sebagai informasi, untuk tahun anggaran 2022 Kementerian Pertahanan memang mendapat anggaran terbesar di antara kementerian atau lembaga lainnya, yaitu mencapai Rp133,9 triliun.

"Presiden Joko Widodo telah menyetujui dan mendukung alokasi anggaran yang terbesar, mungkin dalam 40 tahun, bahkan mungkin sepanjang Republik Indonesia kalau dikaji lebih teliti," ujarnya.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan lampu hijau dari Presiden Jokowi untuk menjadikan militer Indonesia yang terkuat di Asia Tenggara.

Kendati demikian, dia mengatakan untuk mencapai target tersebut, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah terdapat sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sudah tidak layak operasional, di mana ada 22 kapal perang tipe pendarat yang sudah tidak layak operasi.

"Jadi memang banyak yang sekarang sudah susah, tidak bisa diperbaiki, ya kita laporkan apa adanya. Daripada kita pelihara yang tidak bisa kita rawat, tetapi yang bisa kita rawat akan kita operasionalkan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

militer alutsista prabowo subianto kapal perang menhan
Editor : Fitri Sartina Dewi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top