Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Covid-19: Omicron Bikin Peluang Terinfeksi Ulang Covid-19 Tinggi

Selama kurang dari dua bulan kemunculannya, hampir seluruh negara di dunia telah melaporkan kasus positif Omicron, bahkan lebih mendominasi dibandingkan varian sebelumnya yaitu Alpha, Beta, dan Delta di beberapa negara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  17:06 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito.  - www.covid19.go.id
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa seiring kehadiran varian Omicron di Indonesia, peluang kembali terinfeksi Covid-19 tinggi. Kendati demikian, gejala varian Omicron tidak spesifik, tetapi disinyalir lebih ringan.

Kemudian, Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa risiko rawat inap pasien Omicron disinyalir lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta. Sejauh ini obat yang digunakan untuk perawatan kasus Covid-19 masih terbilang efektif. 

Wiku juga mengatakan untuk mencegah penyebaran varian Omicron di Indonesia, pemerintah telah melaksanakan program vaksinan penguat atau booster. Meskipun efektifitas vaksin melawan Omicron berkurang, tetapi masih mampu mencegah tingkat keparahan gejala hingga kematian.

"Program vaksin booster merupakan respon atas meluasnya varian Omicron yang dapat mengurangi kekebalan yang telah terbentuk sebelumnya," ujarnya, mengutip Antara, Rau (26/1/2022).

Dia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi penguat itu dilakukan pada daerah yang kekebalan komunitas nya terbukti sudah berkurang.

Dalam kesempatan itu, Wiku mengatakan, dalam kurang dari dua bulan kemunculan varian Omicron telah ditemukan di hampir seluruh negara di dunia, bahkan lebih mendominasi dibandingkan varian sebelumnya yaitu Alpha, Beta, dan Delta di beberapa negara.

"Karakteristik varian Omicron menjadi penting agar kita senantiasa waspada dan berhati-hati dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19," ucapnya.

Secara spesifik, ia mengemukakan, berbagai temuan ilmiah yang dirangkum oleh WHO menyebutkan varian Omicron menyebabkan kenaikan kasus yang lebih tinggi dibandingkan varian Delta karena lebih menular.

"Hal ini disebabkan varian Omicron memiliki tingkat mutasi tinggi yang mempengaruhi kemampuannya dalam menginfeksi tubuh," paparnya.

Dengan demikian, lanjut dia, mencegah penularan varian Omicron sejak level individu adalah cara terbaik untuk mencegah lonjakan kasus.

Selain itu, ia menambahkan, dalam temuan ilmiah itu juga disebutkan masa inkubasi atau munculnya gejala sejak pertama kali terpapar varian Omicron cenderung lebih cepat daripada varian lain.

"Berdasarkan data awal, median masa inkubasi varian Omicron cenderung lebih singkat dibanding varian sebelumnya," ujarnya.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru omicron

Sumber : Antara

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top