Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Covid-19 Minta Pemda Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omicron

Potensi importasi kasus Omicron lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi perlu disikapi kekompakan antar Pemerintah Daerah terkait, seperti kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  14:21 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito  -  www.covid19.go.id
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan potensi importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi perlu disikapi kekompakan antar Pemerintah Daerah terkait, seperti kawasan aglomerasi Jabodetabek.

Menurutnya, antisipasi perlu dilakukan mengingat besarnya importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi akibat mobilitas yang tinggi.

"Untuk itu dimohon Gubernur, Walikota maupun bupati, khususnya pada provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus untuk terus memantau kondisi kasus dan mengoptimalisasi koordinasi dalam pengendalian Covid-19," kata Wiku dalam agenda keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sebagai contoh, saat ini ibukota DKI Jakarta berada dalam PPKM level 2 sehingga pengendalian Covid-19 akan menyesuaikan kondisi kasus yang direpresentasikan dari ketetapan level tersebut. Kondisi di ibukota sangat mempengaruhi sejumlah daerah lain yang masuk aglomerasi yakni yang masuk kawasan Jabodetabek.

"Maka perlu adanya kekompakan antar Pemerintah Daerah untuk mengupayakan strategi pencegahan penularan kasus," ujar Wiku.

Disamping itu, fasilitas isolasi dan karantina terpusat di Indonesia saat ini tersebar di berbagai lokasi. Berdasarkan data per 20 Januari 2022, fasiitas karantina terpusat tersebar di wisma dan hotel. Seperti di Rusun Nagrak Cilincing dengan BOR 24,9 persen dari 7.040 bed (tempat tidur) yang tersedia, kemudian Rusun Pasar Rumput Manggarai dengan BOR 58 persen dari 5.946 bed tersedia.

Sedangkan Wisma Atlet Pademangan dengan BOR 56,6 persen dari 5.796 bed yang tersedia, serta 134 hotel dengan total bor 45,8 persen dan total kapasitasnya 16.513 kamar. 

Adapun, berdasarkan data per 16 Januari 2022, diketahui bahwa fasilitas isolasi terpusat ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid-19 tertentu dan beberapa hotel rujukan yang hanya difungsikan untuk upaya isolasi sebagai fasilitas tambahan.

Dengan rincian jumlah bed di RSDC Wisma Atlet sebanyak 5.939 bed, rumah sakit untuk pelaku perjalanan luar negeri diantaranya RS Sulianti Saroso, RS Ciputra Garden, RS Mitra Keluarga Kalideres, dan RS Siloam Mampang dengan total kapasitas dan sebanyak 286 bed.

Dan Hotel isolasi diantaranya C One Pulomas, Hotel Matsuri, Hotel Grand Cempaka, Hotel Alia Cikini Hotel D'arcici Al Hijrah, Hotel D'arcici Plumpang dengan kapasitas sebanyak 565 bed.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabodetabek Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top