Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian Akibat Covid-19, 25 Kali Lebih Rendah pada Orang yang Sudah Booster

Angka kematian akibat Covid-19, ternyata 25 kali lebih rendah pada kelompok orang yang sudah disuntik vaksin booster.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  09:12 WIB
Kematian Akibat Covid-19, 25 Kali Lebih Rendah pada Orang yang Sudah Booster
Ilustrasi petugas mengambil vaksin dosis ketiga atau vaksin booster - Kemenkes RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Angka kematian akibat Covid-19, ternyata 25 kali lebih rendah pada kelompok orang yang sudah disuntik vaksin booster.

Dikutip dari laman Instagram @adamprabata, Rabu (19/1/2022), dibandingkan dengan vaksinasi dosis kedua, maka perlindungan terhadap risiko kematian setelah disuntik vaksin booster lebih tinggi.

Mengutip data di Chile, bahwa angka kematian akibat Covid-19 lima kali lebih rendah pada orang yang sudah mendapat vaksin dosis kedua.

Di Chile, sekitar 74 persen warganya disuntik vaksin Sinovac, menurut data 1 Januari 2022.

Di Indonesia, pemberian vaksin booster untuk masyarakat umum dengan prioritas lansia mulai dilaksanakan pada 12 Januari 2022.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster, Kamis (13/1/2022).

Dalam surat edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), Kemenkes memberikan vaksinasi booster untuk masyarakat yang berumur 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok Lansia dan penderita imunokompromais.

Pemberian vaksinasi booster ini dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari virus Covid-19 yang masih ada sampai saat ini.

Dilansir dari laman Sehatnegeriku.kemenkes.go.id, vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog, yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Sementara itu, mekanisme Heterolog, yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Jenis vaksin yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis(0,15 ml).

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi booster dilakukan di Puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Vaksinasi booster dapat dilaksanakan bersamaan dengan vaksinasi primer, dengan vaksinator yang berbeda. Dahulukan penggunaan vaksin yang sudah dekat masa kadaluarsa terlebih dahulu.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top